Materi Informatika Kelas 11 Hal 102-111: Pengantar Berpikir Kritis
Rangkuman materi tentang mata pelajaran Informatika BAB 3: Berpikir Kritis dan Dampak Sosial Informatika kelas 11 SMA
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM-Pada kesempatan kali ini, kita akan mempelajari rangkuman materi tentang mata pelajaran Informatika BAB 3: Berpikir Kritis dan Dampak Sosial Informatika kelas 11 SMA.
Dengan tema Pengantar Berpikir Kritis
Berdasarkan buku Informatika yang ditulis oleh : Irya Wisnubhadra
Yang mana siswa diharapakan mampu mengenal dan belajar.
Mengkritisi berbagai contoh penerapan Informatika khususnya dalam bidang pertanian dan kesehatan.
membangun kebiasaan berpikir kritis, dan mempergunakan kemampuan berpikir kritis untuk mengkaji penerapan informatika dalam bidang pertanian dan kesehatan.
Berikut penjelasan lengkap materi Informatika BAB 3 Kelas 11 SMA: Berpikir Kritis dan Dampak Sosial Informatika
A. Pengantar Berpikir Kritis
Berpikir Kritis adalah kemampuan untuk menganalisis, mengevaluasi, dan menyusun.
Argumen secara rasional dan logis. Berpikir kritis melibatkan kemampuan untuk mempertanyakan informasi
Memeriksa bukti, dan membuat keputusan yang berdasar pada fakta dan alasan, bukan hanya pada emosi atau asumsi.
Kemampuan berpikir adalah kemampuan yang dimiliki oleh semua manusia yang sehat.
Kemampuan itu membantu untuk bertahan hidup dan mengatasi berbagai persoalan yang dihadapinya.
Semakin tinggi kemampuan berpikir seseorang maka semakin berkualitas pula keputusan-keputusan yang diambil.
Pekerjaan yang dilakukan, dan karya yang dihasilkan.
Baca juga: SOAL DAN JAWABAN Aktivitas PLB BAB 2 Informatika Kelas 11 Hal 91-92
Berpikir Kritis dan Pengambilan Keputusan
Semakin penting keputusan yang perlu diambil, semakin penting pula keterampilan berpikir kritis diterapkan.
Berikut ini merupakan langkah umum orang saat mengambil keputusan, mulai dari identifikasi masalah hingga evaluasi keputusan dan akibatnya.
Tidak semua keputusan harus secara kaku mengikuti langkah umum ini karena bisa saja menyesuaikan kasus yang dihadapi

- Identifikasi Masalah = Rumuskan dengan jelas masalah yang harus diambil keputusannya.
Apa tujuannya, serta batasan-batasan yang ada.
- Identifikasi Kriteria = Tetapkan kriteria yang akan dipergunakan untuk mengambil keputusan.
- Tetapkan Bobot Kriteria = Semakin penting kriteria/sub kriteria tersebut maka dapat diberikan bobot yang lebih besar daripada kriteria/sub kriteria lainnya.
Baca juga: Pembahasan Jawaban Aktivitas PLB BAB 2 Informatika kelas 11 Hal 90
- Identifikasi Alternatif = Pada tahap ini diidentifikasi beberapa alternatif yang mungkin dipilih sebagai alternatif solusi, konsekuensi dari setiap alternatif
- Evaluasi Alternatif = Evaluasilah setiap alternatif berdasar kriteria dan bobot yang ditetapkan.
Gunakan informasi yang didapatkan untuk mengevaluasi.
- Pilih Alternatif Terbaik = Pada tahap ini dapat dipilih berbagai macam metode formal untuk mendukung pengambilan keputusan seperti metode Simple Multi Attribute Rating Techniques (SMART).
Analytic Hierarchy Process (AHP), Cost-Benefit Analysis, dsb (Baker, et.al., 2001).
Dapat juga digunakan metode pengambilan keputusan yang dibuat sendiri berdasar kesepakatan pihak-pihak yang berkepentingan.
Hasil dari tahap ini umumnya adalah urutan prioritas (ranking) alternatif untuk dipilih sebagai keputusan.
- Implementasi Keputusan = Pilih salah satu alternatif yang terbaik sesuai kriteria yang ditentukan.
Dari antara alternatif yang sudah dievaluasi pada tahap sebelumnya.
- Evaluasi Keputusan = Lakukan aksi sesuai keputusan yang diambil. ( MG Annisa Nur Khasanah)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.