DPRD Sleman Perkuat Anggaran Untuk Mitigasi Bencana di Bumi Sembada
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sleman siap mendukung upaya mitigasi bencana yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sleman.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sleman siap mendukung upaya mitigasi bencana yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman.
Ketua DPRD Sleman, Y Gustan Ganda mengatakan salah satu dukungan DPRD Sleman dalam bentuk anggaran.
Menurut dia, mitigasi bencana menjadi hal yang penting. Sehingga perlu ada perencanaan yang matang, termasuk perencanaan anggaran yang diperlukan.
“DPRD sudah sepakat dengan Pemerintah Kabupaten Sleman, terutama BPBD, bahwa kita ini harus siap menghadapi segala bencana. Sehingga ini harus direncanakan,” katanya dalam Dialog Pembangunan.
“Merencanakan anggaran itu kan nggak tahu akan terpakai atau tidak, besarannya (anggaran yang digunakan) kita tidak akan tahu. Tetapi Sleman harus siap menghadapi itu, maka kami sepakat untuk memperkuat anggaran terkait bencana,” sambungnya.
Ia menyebut anggaran yang ada difokuskan untuk memitigasi bencana. Ia menilai mitigasi bencana menjadi hal penting, sehingga dapat meminimalkan risiko dan korban jiwa.
Tidak hanya memetakan potensi bencana, ia juga mendorong Pemkab Sleman untuk mengidentifikasi kesiapan infrastruktur.
“Kita tidak tahu kapan, tetapi ketika terjadi bencana, anggarannya siap, infrastruktur aman, sehingga bisa meminimalkan korban jiwa,” terangnya.
Baca juga: DPRD Sleman Tekankan Pentingnya Sinergi Dalam Mitigasi Bencana di Sleman
Selain dari dukungan anggaran, anggota DPRD Sleman juga aktif dalam memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait mitigasi bencana.
“Kami beruntung punya 50 anggota dewan, dan aktif di masyarakat. Ini menjadi bagian dari perpanjangan tangan dari Pemkab Sleman. Yang 50 anggota ini memberikan edukasi juga kepada masyarakat, sehingga edukasi masyarakat ini semakin luas,” lanjutnya.
Menurut dia, edukasi terkait mitigasi bencana masih perlu diperkuat. Sehingga diperlukan sinergi dari semua pihak. Pasalnya upaya mitigasi bencana tidak bisa dari masyarakat saja, tetapi harus ada dukungan dari masyarakat.
“Mitigasi sudah kita lakukan, tetapi juga dibutuhkan kesadaran masyarakat. Bencana ini kan berubah setiap tahun, dan potensinya juga akan berubah. Masyarakat juga perlu menyadari potensi-potensi itu (bencana),” ujarnya.
“Edukasi harus diperluas, supaya masyarakat siap. Ketika masyarakat sadar bahwa hidup berdampingan dengan bencana, akhirnya mereka siap. Kalau mitigasi kita siap, potensi bencana terpetakan, maka ketika bencana itu datang, kita benar-benar sudah siap. Inilah pentingnya sinergi pemerintah dan masyarakat, termasuk swasta,” imbuhnya. (maw)
| Dampak Hujan Lebat di Sleman: Empat Rumah di Nogotirto dan Banyuraden Terendam Banjir |
|
|---|
| Hujan Disertai Angin Kencang Melanda Sleman: Pohon Tumbang Timpa Mobil, Atap Masjid Beterbangan |
|
|---|
| Dampak Hujan Angin di Sleman: Pohon Tumbang Timpa Dua Rumah Warga |
|
|---|
| Mencekam! Jelang Imsak, Ular Sanca 4 Meter Ditemukan Bergelantungan di Atap Rumah Warga Ngaglik |
|
|---|
| Antisipasi Cuaca Ekstrem Jelang Lebaran, BPBD Sleman Siagakan Posko 24 Jam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/DPRD-Sleman-Perkuat-Anggaran-Untuk-Mitigasi-Bencana-di-Bumi-Sembada.jpg)