Berita Video

Ketika Perang Dunia III Jadi Perang Nuklir, 8 Negara Ini Disebut Tempat yang Aman

Perang Dunia III kerap digaungkan bakal terjadi dengan meningkatnya geopolitik di sejumlah kawasan dunia.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Agus Wahyu

TRIBUNJOGJA.COM - Perang Dunia III kerap digaungkan bakal terjadi dengan meningkatnya geopolitik di sejumlah kawasan dunia.

Perang Dunia III diyakini bakal menjadi perang nuklir, mengingat sejumlah negara yang bersitegang memiliki nuklir.

Namun, ada delapan negara yang diyakini bisa menjadi tempat aman jika Perang Dunia III terjadi.

Menurut The Economic Times, Jumat (30/11/2024), perang nuklir akan mengisi Perang Dunia III selain bencana kelaparan.

Yang pertama adalah Antartika, karena tempatnya yang terpencil dan kurangnya strategi penting, serta lahannya yang luas dan belum dikembangkan dapat menampung ribuan orang yang mencari perlindungan.

Selanjutnya adalah Islandia, yang merupakan negara netral dan pendiriannya yang damai, serta kerap menghindari konflik langsung.

Namun, dampak dari serangan nuklir di Eropa berpotensi mencapai negara pulau itu.

Tempat aman lainnya adalah Selandia Baru, yang juga dikenal sebagai negara netral.

Wilayah demografinya yang pegunungan dan perbukitan membuat Selandia Baru bisa menawarkan perlindungan dari invasi.

Selain itu, Selandia Baru juga diyakini tak akan menjadi target serangan karena kebijakan luar negerinya yang netralitas.

Swiss juga termasuk tempat yang aman, karena netralitasnya yang berlangsung lama dan memiliki banyak tempat dari dampak nuklir.

Posisinya yang terisolasi secara geogradis dan kurangnya keterlibatan dalam konflik membuat negara ini kecil kemungkinan menjadi sasaran serangan nuklir.

Sementara itu, Greenland, yang merupakan pulau besar dimiliki Denmark, secara geogradis terpencil dan memiliki politik netralitas, sehingga bisa menjadi tempat aman saat krisis global.

Negara Amerika Selatan seperti Argentina, Chili dan Uruguay diyakini kecil kemungkinan mengalami kekurangan pangan karena melimpahnya hasil pertanian, khususnya setelah dampak nuklir. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved