Berita Bisnis Terkini

Disperindag DIY Sebut Ada Potensi Ekspor ke AS Meningkat

Kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang nasionalis dan proteksionis dinilai akan berdampak pada ekspor DIY ke AS.

Tayang:
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
Bps.go.id
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani


TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY menyebut kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang nasionalis dan proteksionis akan berdampak pada ekspor DIY ke AS.


Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Disperindag DIY, Theresia Sumartini mengatakan kebijakan Trump akan mengurangi atau menghambat impor yang masuk ke Amerika Serikat melalui metode non tarif, maupun alasan lain seperti dumping. Hal itu akan menyebabkan penurunan ekspor DIY. 


Hal itu karena berkurangnya permintaan AS ke negara mitra utama, maka ekspor DIY ke negara mitra AS dimungkinkan juga akan berkurang.


Namun di sisi lain, dengan terhambatnya ekspor dari negara-negara mitra AS, seperti Tiongkok, Vietnam, dan Korea, maka produk DIT memiliki kesempatan untuk masuk celah permintaan yang sebelumnya diisi oleh negara mitra AS.


“Walaupun mungkin jumlah tidak banyak, namun kesempatan ini harus dimanfaatkan maksimal bagi pelaku usaha DIY, terutama mampu mensiasati dan mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan aturan yang akan diterapkan,” katanya, Kamis (28/11/2024).


Menurut dia, meskipun impor Tiongkok ke AS dibatasi, namun produk Tiongkok akan tetap melakukan ekspor ke AS melalui Indonesia dengan cara investasi perusahaan Tiongkok di Indonesia. Baik barang setengah jadi, maupun barang yang sama sekali belum diproduksi.


“Dalam hal ini Indonesia termasuk DIY akan diuntungkan karena nilai ekspor akan meningkat. Tetapi kemungkinan lain memang semakin banyak produk yang akan masuk ke negara potensial seperti Indonesia yang akhirnya masuk ke DIY. Pemerintah pusat perlu mengantisipasi dengan berbagai aturan yang dampaknya bisa menghambat tetapi tidak menyalahi aturan perdagangan internasional,” lanjutnya.


Sumartini menjelaskan periode ekspor DIY ke AS tahun 2017-2018 selalu mengalami peningkatan. Bahkan menjadikan AS sebagai pasar ekspor utama bagi DIY. Walaupun belum ada perjanjian bilateral AS dengan Indonesia secara resmi, tetapi AS mampu memberikan pengurangan bahkan pembebasan tarif bea masuk dari Indonesia ke AS. Hal inilah yang membuat peluang ekspor ke AS semakin besar.


Agar ekspor ke AS tetap maksimal hubungan bilateral multilateral harus terjaga dengan baik. 


“Karena tingkat persaingan di AS sangat tinggi, maka daya saing produk DIY harus sangat baik, seperti kualitas, harga, disertai dengan standarisasi produk. Produk DIY harus mampu mengadaptasi kebutuhan permintaan saat ini, dan tentu kepatuhan terhadap regulasi internasional,” imbuhnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved