Dampak Relativitas Einstein: Materi Fisika Kelas 12 BAB 7 Relativitas Hal 142-149
Rangkuman materi tentang mata pelajaran Fisika BAB 7: Relativitas kelas 12 SMA, dengan tema Dampak Relativitas Einstein
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM- Pada kesempatan kali ini, kita akan mempelajari rangkuman materi tentang mata pelajaran Fisika BAB 7: Relativitas kelas 12 SMA, dengan tema Dampak Relativitas Einstein
Berdasarkan buku Fisika yang ditulis oleh : Lia Laela Sarah, Irma Rahma Suwarma
Yang mana siswa diharapakan mampu membedakan fenomena gerak pada suatu kerangka referensi.
Mengorelasikan postulatEinstein tentang relativitas khusus yang pertama dan kedua mengenai gerak relatif melalui berbagai fenomena dalam kehidupan sehari-hari.
Menganalisis besaran fisis dampak teori relativitas E instein pada, dilatasi waktu, penambahan kecepatan, dan pengerutan panjang.
Berikut penjelasan lengkap materi Fisika BAB 7 Kelas 12 SMA: Relativitas
B. Dampak Relativitas Einstein
Teori relativitas yang dikembangkan oleh Albert Einstein, baik Relativitas Khusus (1905) maupun Relativitas Umum (1915).
Membawa dampak yang sangat besar dalam berbagai bidang ilmu fisika dan teknologi.
Selain mengubah pemahaman kita tentang ruang, waktu, dan gravitasi, teori-teori ini juga memiliki penerapan praktis yang memengaruhi kehidupan sehari-hari serta penelitian ilmiah.
Berikut adalah beberapa dampak besar dari relativitas Einstein:
1. Dilatasi Waktu
Dilatasi Waktu: Salah satu hasil dari relativitas khusus adalah fenomena dilatasi waktu, di mana waktu bergerak lebih lambat bagi objek yang bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya dibandingkan dengan objek yang diam.
Ini berarti bahwa pengamat yang bergerak sangat cepat (seperti astronot di luar angkasa) akan merasakan waktu lebih lambat dibandingkan dengan pengamat di Bumi.
Hal inilah yang menjadi bukti keterikatan antara ruang dan waktu.
Begitu juga saat kalian melihat bintang terjauh di angkasa, kalian memerlukan waktu yang cukup lama untuk dapat menentukan posisi bintang tersebut.
Kalian memerlukan waktu yang lebih lama untuk dapat melihat bintang terjauh.
Hal ini juga merupakan salah satu bukti keterikatan antara ruang dan waktu.
Keterikatan ruang dan waktu tersebut dapat dilukiskan dalam kerangka empat dimensi.
Semakin besar jarak terukur dalam ruang, semakin besar interval waktu terukur.
Rasio konstan ruang dan waktu untuk cahaya, c, adalah faktor pemersatu antara berbagai ruang-waktu.
Hal ini merupakan inti dari postulat kedua Einstein.
Baca juga: Pembahasan Soal dan Jawaban Asesmen Fisika Kelas 12 BAB 6: Pengantar Instrumental Digital
2. Penambahan Kecepatan
Dalam fisika klasik, penambahan kecepatan dua objek yang bergerak relatif terhadap satu sama lain dilakukan dengan rumus sederhana seperti:
vtotal=v1+v2
Namun, dalam teori relativitas khusus yang dikembangkan oleh Albert Einstein, penambahan kecepatan tidak semudah itu.
Ketika objek bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi, mendekati kecepatan cahaya (c), penambahan kecepatan harus mengikuti rumus relativistik yang memperhitungkan efek relativistik.
Kecepatan tidak dapat hanya dijumlahkan secara sederhana karena adanya batas kecepatan cahaya yang tidak dapat dilampaui.
3. Pengerutan Panjang
Pengerutan Panjang ini pertama kali diajukan oleh seorang fisikawan George F. FitzGerald (1851- 1901) dan Hendrik A. Lorentz (1853-1928) telah disampaikan pada bahasan sebelumnya.
Einstein memandang pengerutan yang terjadi pada ruang waktu sama dengan persamaan Lorentz.
Pengerutan panjang menjadi perhatian yang cukup besar bagi para penjelajah luar angkasa.
Pusat galaksi Bima Sakti kita berjarak 25.000 tahun cahaya.
Apakah ini berarti jika kita melakukan perjalanan ke arah itu dengan kecepatan cahaya, dibutuhkan waktu 25.000 tahun untuk sampai ke sana?
Berdasarkan kerangka acuan Bumi, hal tersebut benar, tapi bagi para penjelajah luar angkasa, jelas tidak! Jika bergerak pada kecepatan cahaya, jarak 25.000 tahun cahaya akan menyusut hingga tidak ada jarak sama sekali. (MG Annisa Nur Khasanah)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.