SRCH 400 Milik Hilda Klaudya, Melibas Stereotip Wanita dan Motor Kustom

Mahasiswi ISI Yogyakarta membangun Yamaha SR400 tahun 78 bergaya Harley Davidson XLCH. Motor itu ia branding dengan nama SRCH 400

Penulis: Santo Ari | Editor: Yoseph Hary W
dok pribadi
Yamaha SR400 tahun 78 bergaya Harley Davidson XLCH 

Hilda, mahasiswi ISI Yogyakarta, membangun Yamaha SR400 tahun 78 bergaya Harley Davidson XLCH. Motor yang ia branding dengan nama SRCH 400 tersebut kemudian ia ikutkan dalam Kustomfest 2024.

TRIBUNJOGJA.COM - Membuat motor kustom adalah keputusan yang melibatkan kreativitas, ketelitian, dan dedikasi tinggi. Mengikutkan motor kustom dalam ajang kontes adalah langkah lanjutan yang penuh tantangan tersendiri namun membanggakan. Ajang ini tidak hanya menjadi tempat unjuk gigi, tetapi juga kesempatan untuk mendapatkan pengalaman sekaligus apresiasi dari komunitas pecinta motor.

Sama halnya yang dirasakan Hilda Klaudya (23) perempuan asal Jakarta yang saat ini tengah menempuh studi di ISI Yogyakarta. Usai membangun Yamaha SR400 tahun 78 bergaya Harley Davidson XLCH, motor yang dibranding dengan nama SRCH 400 tersebut ia ikutkan dalam Kustomfest 2024.

“Selain untuk membangun portofolio atau track record yang positif dalam perjalananku bermain motor, mengikuti kontes juga akan ada banyak hal yang aku dapat dan pelajari bahkan berdampak dalam kehidupanku. Seperti memanage waktu, mengukur dan mengembangkan ide serta berfikir secara kritis,” ujarnya.

Ciri khas XLCH 

Dalam memodifikasi, Hilda memasukan beberapa ciri khas XLCH di motornya, seperti gearbox yang bergabung dengan mesin, shock depan teleskopik, tangki dibuat custom mengikuti bentuk XLCH, termasuk spakbor, jok, dan topi lampu ciri khas sportster XLCH.  

Bagian stang tak luput dibuat custom, sepintas mirip ape hanger yang gagah namun tetap disesuaikan postur tubuhnya.

Hilda mengaku, waktu persiapan menjelang kontes kemarin membutuhkan waktu serta menguras tenaga dan pikiran.

Karena untuk mengikuti kontes perlu dilakukan proses full finishing pada motor seperti cat body, powder coating rangka, vapour blasting mesin, poles dan chrome beberapa part pada motornya.

“Adapun beberapa bagian yang aku tambahkan untuk detailing agar lebih menarik seperti cover segitiga bawah kemudian diberi tambahan emblem bertuliskan ‘SRCH 400’ yang aku custom sendiri. Bahkan ada juga bagian yang aku lepas seperti footstep belakang supaya tidak menutupi bentuk detail rangka pada motorku.” terangnya.  

Jika dinilai dari segi penampilan atau fisik, ia mengatakan semua bagian yang ada pada motornya itu spesial.

Karena part atau bagian yang ada pada motornya didominasi dibuat secara permintaan by request dan dikerjakan secara hand made.

Begitupun juga dalam memperhitungkan ketebalan bahan dan komposisinya

Selain itu, ia pun turut membangun value sejak awal ide konsep motor ini ada. Dengan adanya value tersebut, ia memiliki identitas dan karakter sendiri bersama motornya tersebut.  

“Aku menggambarkan ciri khasku dalam dunia custom ini nggak hanya sampai pada modifikasinya saja, tapi juga perwujudan identitas yang berkesinambungan antara motor dengan individu pemiliknya. Seperti pattern yang aku tambahkan di bagian tangki dengan motif bergaya western. Yang merepresentasikan style ku sehari-hari,” imbuhnya.  

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved