Penjabaran Lengkap Materi Kimia Bab 1 Kelas 12: Larutan dan Koloid

Pada kesempatan kali ini, kita akan mempelajari rangkuman menarik tentang mata pelajaran Kimia BAB 1 kelas 12 SMA, dengan tema LARUTAN DAN KOLOID

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Buku Paket Kimia Kelas 12
Berikut penjelasan lengkap materi Kimia BAB 1 Kelas 12 SMA: LARUTAN DAN KOLOID 

TRIBUNJOGJA.COM-Pada kesempatan kali ini, kita akan mempelajari rangkuman menarik tentang mata pelajaran Kimia BAB 1 kelas 12 SMA, dengan tema LARUTAN DAN KOLOID

Berdasarkan buku Kimia yang ditulis oleh : Galuh Yuliani, dkk

Yang mana siswa diharapakan mampu menguasai materi larutan asam basa, kesetimbangan dalam larutan, sifat koligatif larutan, dan koloid melalui berbagai aktivitas individu dan kelompok

Berikut penjelasan lengkap materi Kimia BAB 1 Kelas 12 SMA: LARUTAN DAN KOLOID

A.    Sifat dan Konsep Asam Basa

Pada bagian ini akan dibahas tiga konsep asam basa yaitu menurut Arrhenius, Bronsted-Lowry, dan Lewis.

1.      Asam Basa Arrhenius 

Konsep asam basa Arrhenius meninjau konsep larutan dalam pelarut air.

Selain memiliki sifat asam dan basa, dalam konsep Arrhenius ada juga zat yang bersifat amfoter, yaitu zat yang dapat bereaksi dengan asam dan basa.

2.       Asam Basa Brønsted-Lowry

Definisi yang lebih luas diusulkan oleh ahli kimia Denmark bernama Johannes Brønsted dan Thomas Lowry pada tahun 1932. Menurut konsep ini, asam adalah donor proton (H+ ), sedangkan basa adalah akseptor proton (H+ ).

Konsep Brønsted-Lowry tidak memerlukan larutan asam dan basa dalam air.

Meskipun demikian, konsep asam basa Arrhenius tidak bertentangan dengan konsep asam basa Brønsted-Lowry.

3.      Asam-Basa Lewis

Kedua konsep asam-basa sebelumnya, menekankan adanya ion yang terlibat baik H+ maupun OH– serta donor-akseptor proton.

Akan tetapi, ada banyak reaksi yang tidak melibatkan kedua hal tersebut. Untuk mejelaskan fenomena tersebut, G.N.

 Lewis mengajukan teori mengenai asam basa.

Dalam teorinya, Lewis mengatakan bahwa asam adalah spesi yang menerima pasangan elektron bebas untuk membentuk ikatan kovalen koordinasi sedangkan basa adalah spesi yang memberikan pasangan elektron bebas agar ikatan kovalen koordinasi terbentuk.

B.     Kekuatan dan pH Asam Basa

1.      Kekuatan asam dan basa

Kekuatan asam dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti sifat asam pelarut, temperatur, dan struktur molekulnya.

Ketika membandingkan kekuatan dua senyawa asam, kita dapat menggunakan pelarut, temperatur dan konsentrasi yang sama sehingga kita hanya fokus pada pengaruh struktur asam.

Dilihat dari strukturnya, kekuatan asam dapat dilihat dari kemudahannya untuk terionisasi. Terdapat dua faktor yang mempengaruhi kemudahan ionisasi pada asam. Salah satunya adalah kekuatan ikatan H–A.

Semakin kuat ikatannya, semakin sulit molekul HA untuk terurai dan kekuatan asamnya menjadi lebih lemah. Faktor lainnya adalah polaritas dari ikatan H–A.

Perbedaan elektronegativitas antara H dan A akan menghasilkan ikatan polar.

Jika ikatan sangat polar, HA akan semakin mudah terurai menjadi ion H+ dan A– . Jadi, tingkat kepolaran yang tinggi menandakan asam yang lebih kuat.

2.      pH asam dan basa

pH adalah skala logaritmik yang digunakan untuk mengukur tingkat keasaman atau kebasaan suatu larutan, berdasarkan konsentrasi ion hidrogen (H+\text{H}^+H+) di dalamnya. Skala pH biasanya berkisar dari 0 hingga 14.

pH mengukur tingkat keasaman atau kebasaan larutan:

pH < 7>pH = 7 : Netral (Contoh: Air murni).
pH > 7 : Basa (Semakin tinggi, semakin basa).


3.      pH Asam Kuat dan Basa Kuat

Di dalam larutan, asam dan basa kuat akan terurai sempurna. Oleh karena itu, menentukan pH asam dan basa kuat relatif sederhana

C.     Kesetimbangan dalam Larutan

1.      Asam lemah dan basa lemah

Asam lemah dan basa lemah sebenarnya sangat erat dengan kehidupan kita sehari-hari.

Asam cuka adalah salah satu contoh asam lemah yang sering kita temui. Selain itu, salah satu bahan pengawet yaitu asam benzoat juga sering digunakan dalam berbagai produk makanan dan minuman. 

2.      Hidrolisis garam

Garam merupakan gabungan ion dari sisa asam dan sisa basa.

Berdasarkan komponen ion-ion penyusunnya, garam dapat dibedakan menjadi empat kelompok yaitu 

a. Garam dari ion sisa asam kuat dan basa kuat 

b. Garam dari ion sisa asam lemah dan basa kuat 

c. Garam dari ion sisa asam kuat dan basa lemah 

d. Garam dari ion sisa asam lemah dan basa lemah

3.      Larutan Penyangga

Terdapat beberapa larutan penyangga dalam makhluk hidup yang membuat pH cairan tubuh relatif tetap.

Penyangga yang ada dalam tubuh manusia terdapat dalam darah dan cairan intrasel.

Keberadaan penyangga ini memungkinkan manusia mempertahankan pH darah dan pH di dalam sel. 

Selain terdapat dalam tubuh makhluk hidup, penyangga juga terdapat dalam air laut.

4.      Stoikiometri larutan

Dalam larutan, terdapat beberapa reaksi yang mungkin terjadi. Reaksi-reaksi tersebut diantaranya adalah:

-          Reaksi pengendapan

-          Reaksi pembentukan gas

-          Reaksi netralisasi asam basa

5.      Titrasi Asam Basa

Titrasi adalah suatu metode penentuan konsentrasi zat di dalam larutan.

Titrasi dilakukan dengan cara mereaksikan suatu larutan dengan larutan lain yang telah diketahui konsentrasinya.

Reaksi dilakukan tetes demi tetes hingga titik ekivalen tercapai.

Baca juga: Penjabaran Jawaban Soal Ayo Cek Pemahaman Uraian Kimia Kelas 12 BAB 1: LARUTAN DAN KOLOID

D.    Sifat Koligatif Larutan

1.      Penurunan Tekanan Uap Larutan (∆P)

Menguap adalah proses terjadinya perubahan fasa cair membentuk fasa gas.

Suatu zat dikatakan mudah menguap jika gaya antarmolekul pada fasa cairnya lemah.

Molekul-molekul pada fasa gas menyebabkan tekanan yang disebut tekanan uap.

Salah satu faktor yang mempengaruhi tekanan uap adalah temperatur.

Semakin tinggi temperatur zat cair, semakin besar tekanan uapnya.

Contohnya adalah tekanan uap air meningkat seiring peningkatan temperatur.

Proses penguapan air murni dengan larutan
Gambar 1. Proses penguapan air murni dengan larutan

2.      Penurunan Titik Beku Larutan (∆Tf )

Membeku adalah proses perubahan wujud cair menjadi padat dengan cara memaksimalkan interaksi antarmolekul.

 Akibatnya, partikel-partikel suatu zat saling mendekat satu sama lain.

Zat terlarut yang dapat mengganggu proses pembekuan adalah zat terlarut yang tidak larut dalam fasa padat pelarut.

 Keberadaan zat terlarut ini akan mengganggu sehingga memerlukan temperatur lebih rendah agar pelarut dapat membeku.

Inilah penyebab terjadinya penurunan titik beku.

3.      Kenaikan Titik Didih Larutan (∆Tb)

Kenaikan titik didih larutan ini sangat berhubungan dengan penurunan tekanan uap.

4.      Tekanan Osmosis Larutan (π)

Tekanan osmosis berbanding lurus dengan molaritas larutan dan sangat dipengaruhi oleh temperatur.

Persamaan matematis untuk tekanan osmosis adalah seperti berikut ini.

 π = M . R . T . i 

dengan M adalah konsentrasi molar, R tetapan (0,082 l.atm/mol.K), T adalah temperatur larutan dalam Kelvin, dan i adalah faktor Van’t Hoff.

E.     Koloid 

Koloid merupakan salah satu campuran heterogen dengan karakteristik unik.

Bahkan, karakter koloid tersebut menjadi dasar untuk membuat produk modern yang kemudian disebut nanomaterial.

1.       Jenis-jenis koloid

Jenis-jensi koloid
Gambar.2 Jenis-jenis koloid

2.      Sifat Koloid

a.       Gerak Brown

b.      Efek Tyndall

c.       Adsorpsi

d.      Koagulasi

e.       Dialisis

f.        Elektroforesis. (MG Annisa Nur Khasanah)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved