Berita Sleman Hari Ini

Cegah Aksi Klitih, Pemkab Sleman Intensifkan Patroli Malam

Patroli dilaksanakan mulai pukul 22.00 WIB. Kegiatan ini untuk menegakkan Perbup Sleman nomor 45 tahun 2020 tentang jam istirahat anak.

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh
Ilustrasi Klitih 

Kadiv Humas Jogja Police Watch (JPW), Baharuddin Kamba meminta kegiatan Jumat Curhat yang rutin dilaksanakan Polda DIY dihentikan.

Alasannya, kegiatan yang lebih banyak mendengarkan dan menampung keluhan warga itu, terkesan tidak memberikan dampak positif bagi pengurangan angka kejahatan jalanan atau klitih di wilayah DIY. 

JPW menilai kasus kejahatan jalanan belakangan ini kembali marak di wilayah DIY. Bahkan hingga menjelang akhir bulan Oktober 2024 saja, aksi klitih mengalami trend peningkatan yang cukup signifikan. 

"Hampir setiap bulan terjadi kasus klitih yang sangat meresahkan warga Yogyakarta dalam melakukan aktivitas terutama pada malam hari," Kata dia. 

Menurut Kamba, kejahatan jalanan atau klitih yang kembali marak terjadi di wilayah DIY seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi pihak Kepolisian.

Perlu ada razia secara rutin terutama pada malam hari. Hal ini untuk meminimalisir terjadinya aksi kejahatan jalanan.

Selain itu, razia rutin terhadap peredaran illegal minimal keras atau miras juga perlu diintensifkan.

Razia miras tersebut justru dinilai memberikan dampak positif ketimbang kegiatan Jumat Curhat. 

"Karena seringnya aksi kejahatan jalanan termasuk klitih awalnya terpengaruh oleh minuman keras," kata dia.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved