Serie A

AC MILAN: Inilah Mezzala Baru Andalan Paulo Fonseca

Tijjani Reijnders menjadi Mezzala andalan baru AC Milan. Pemain asal Belanda itu merupakan bagian penting dari susunan pemain inti Paulo Fonseca.

Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
Loris Roselli / NurPhoto / NurPhoto via AFP
Tijjani Reijnders di Liga Champions antara AC Milan vs Club Brugge di San Siro, pada 22 Oktober 2024. 

TRIBUNJOGJA.COM - Tijjani Reijnders menjadi Mezzala andalan baru AC Milan.

Pemain asal Belanda itu merupakan bagian penting dari susunan pemain inti Paulo Fonseca.

Yang terbaru, sang gelandang menunjukkan bahwa dia bisa menambah koleksi golnya untuk AC Milan.

Sejak kedatangan Reijnders di AC Milan, ia telah memainkan 61 dari 63 pertandingan yang tersedia di Serie A, Liga Champions, Liga Europa, dan Coppa Italia. 

Artinya, baik Stefano Pioli maupun sekarang Paulo Fonseca menganggapnya sebagai pemain penting atau pilar dari rencana mereka.

Melawan Club Brugge, pemain asal Belanda itu mencetak dua gol pertamanya bersama AC Milan, gol pertamanya di Liga Champions

Untuk tipe gelandang, dirinya terbilang berbakat dengan perkembangan saat menggiring bola serta ketepatan waktu yang baik dan penuh perhitungan dalam umpan-umpannya.

Padahal, tahun lalu ia dianggap masih kurang tenang saat berada di depan gawang di arena pertahanan lawan.

Sebagai buktinya, dua gol melawan Club Brugge sudah mewakili setengah dari jumlah yang dicapai musim lalu, yaitu gol. 

Perlu dicatat juga bahwa tahun lalu dalam situasi yang sangat mirip dengan dua gol itu, Reijnders menyia-nyiakan peluang baik karena kurangnya keyakinan atau ketepatan.

Selain perkembangan dalam penyelesaian akhir yang bisa menjadi nilai tambah yang signifikan bagi AC Milan, performa Reijnders terus meningkat dari pertandingan ke pertandingan. 

Hal ini juga disebabkan oleh bagaimana ia dimainkan oleh Fonseca, di mana mungkin terinspirasi oleh posisinya di tim nasional Belanda.

Di Liga Champions lalu, pemain berusia 26 tahun tersebut bermain sebagai mezzala (gelandang kiri dalam formasi 4-3-3) dengan Youssouf Fofana di posisi lebih dalam dan Ruben Loftus-Cheek di sisi kanan. 

Ini akan menjadi peran alaminya, dan mungkin untuk pertama kalinya sejak ia bersama Rossoneri ia dimainkan di sana.

Peran ini memungkinkannya bermain di antara garis pertahanan lawan, mencari ruang dengan tugas bertahan yang tidak terlalu ketat dan mengikat.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved