Berita Bisnis Terkini

REI DIY Berharap Ada Kemudahan dari Sektor Perizinan dan Kepemilikan

Sinergi dari berbagai pihak terkait sangat dibutuhkan terutama dalam hal perizinan dan kepemilikan properti.

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja.com/Christi Mahatma
Pembukaan musda XII REI DIY di Hotel Tentrem Yogyakarta, Rabu (23/10/2024). 

Laporan Repoter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA -  DPD Real Estat Indonesia (REI) DIY menggelar musda ke XII di Hotel Tentrem Yogyakarta, Rabu (23/10/2024). 

Ada 101 perusahaan properti yang mengikuti kegiatan bertajuk “Mempererat Sinergi Untuk Memperkuat Peran Bisnis Properti Dalam Peningkatan Perekonomian DIY”.

Ketua DPD REI DIY, Ilham Muhammad Nur mengatakan sinergi dari berbagai pihak terkait sangat dibutuhkan terutama dalam hal perizinan dan kepemilikan.

Sebab properti juga menjadi sektor yang menambah pendapatan daerah di atas 30 persen untuk rumah komersial.

“Kalau ini benar-benar dijaga, negara ingin memanfaatkan pendapatan yang besar dari rumah komersial, kami mohon kebijakan. Di Jogja berbeda dengan daerah lain, anggotanya hanya 101, dan hampir sebagian besar pelaku rumah komersial,” katanya.

“Kalau kita semua bersinergi bersama, REI dengan pemerintah kabupaten/kota, kantor pajak, ATR/BPN dan lainnya, maka yang diuntungkan bukan REI, tetapi negara (karena dapat menambah PAD),” sambungnya.

Ia melanjutkan dua tahun terakhir ini pemerintah memberikan insentif berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP).

Menurut ia, kebijakan tersebut sangat positif dan menguntungkan anggota REI .

Sebab negara yang membayaran PPN, sehingga developer menerapkan harga yang sama.

“Sehingga harga menjadi turun, kemudian daya beli meningkat karena bisa terserap oleh pasar,” lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut, hadir Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto mengungkapkan properti memberikan kontribusi pada Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sebesar 14 persen dan PAD sebesar 35-55 persen.

Properti juga memberikan lapangan pekerjaan 14-17 juta. Sehingga memperkuat sinergi dapat memberikan dampak ekonomi.

“Rata-rata investasi properti setiap tahun di Indonesia sekitar Rp120-145 triliun. Tanpa disadari properti, REI, masyarakat properti memberikan pertumbuhan (ekonomi) minimal 0,5 persen,” ungkapnya.

Ia menilai REI mestinya menjadi mitra pemerintah dalam membangun ekonomi.

Sebab jika dibenah, properti ditopang oleh seitar 185 industri turunannya yang padat karya, seperti industri cat, kayu, kaca, besi, dan masih banyak lagi.

“Yang bergerak dulu mereka (industri turunan properti) ini, pabrik cat, kayu, baja ringan, besi, dan lain-lain. Dan kegiatan mereka ini lah yang menimbulkan titik ekonomi baru, menyerap tenaga kerja, memberikan daya beli karena da distribusi pendapatan di sana. Semoga pemangku kebijakan dalam memberikan perizinan industri properti itu, ikan sepat ikan gabus, semakin cepat semakin bagus,” ujarnya. 

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda DIY, Kuncoro Cahyo Adi menerangkan REI memiliki kontribusi yang besar dalam pembangunan perumahan, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Peran REI sangat krusial dalam meningkatkan kesejahteraan dan pembangunan daerah.

Ia pun mendorong REI memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam merancang kawasan yang ramah lingkungan, serta memastikan infrastruktur dan fasilitas umum yang memadai.

“Dengan sinergi yang terjalin, tidak hanya membuat DIY sebagai daerah yang beerkembang secara ekonomi, tetapi berkelanjutan, dari sisi sosial dan berkelanjutan,” imbuhnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved