PSIM Yogyakarta Terima Sanksi Akibat Ulah Oknum Suporter, Panpel Siap Evaluasi

PSIM Yogyakarta menerima sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI akibat ulah oknum suporter saat laga melawan Persijap Jepara

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUN JOGJA / Almurfi Syofyan
Pemain PSIM Yogyakarta saat berlaga di Stadion Mandala Krida, Kota Yogyakarta beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - PSIM Yogyakarta menerima sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI akibat ulah oknum suporter saat laga melawan Persijap Jepara di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta pada Rabu (2/10/2024) lalu.

Tim berjuluk Laskar Mataram mendapatkan dua sanksi dan wajib bertanggung jawab terhadap tingkah laku oknum suporter.

Sanksi pertama berdasarkan Surat Keputusan Komdis PSSI nomor 028/L2/SK/KD-PSSI/X/2024. PSIM tercatat melanggar Kode Disiplin PSSI Tahun 2023 karena terdapat penonton memasuki area lapangan pertandingan.

Hal ini diperkuat dengan bukti-bukti yang cukup untuk menegaskan terjadinya pelanggaran disiplin.
 
Merujuk kepada Pasal 70 ayat 1, ayat 2 dan lampiran 1 nomor 5 jo Pasal 13 ayat 2, PSIM Jogja dikenakan sanksi berupa denda sebesar Rp15.000.000 atas pelanggaran tersebut.

Sementara itu, sanksi kedua berdasarkan Surat Keputusan Komdis PSSI nomor 029/L2/SK/KD-PSSI/X/2024.

Pelanggaran ini akibat terjadi insiden pelemparan minuman kemasan ke arah lapangan dan perangkat pertandingan yang dilakukan oleh penonton dan diperkuat dengan bukti-bukti yang cukup untuk menegaskan terjadinya pelanggaran disiplin.

Dengan rujukan yang sama seperti sanksi pertama, PSIM dikenakan sanksi denda sebesar Rp10.000.000.

Baca juga: Pernah Juara Bersama di Brasil, Kapten PSS Sleman Cleberson Ungkap Sosok Mazola Junior 
Ketua Panpel PSIM Yogyakarta, Wendy Umar Seno Aji, menyayangkan adanya insiden ini dan berujung sanksi dari Komdis PSSI.

"Kejadian kemarin sangat kita sesalkan dalam hal penyelenggaraan pertandingan," tuturnya, Rabu (16/10/2024).

Menurut Wendy, apapun bentuk sanksi yang diberikan dari Komite Disiplin PSSI, tentu akan menjadi pembelajaran berharga bagi semua pihak yang terlibat.

"Apapun bentuknya, baik itu peringatan keras atau sanksi denda dari Komite Disiplin, akan menjadi pembelajaran berharga bagi Panpel, manajemen, dan rekan-rekan suporter," ungkap Wendy.

Dengan adanya insiden ini, Wendy bersama seluruh pihak yang terlibat akan melakukan evaluasi untuk pertandingan selanjutnya.

"Kami bersama-sama semua pihak selalu melakukan evaluasi agar kedepan penyelenggaraan semakin baik lagi," kata Wendy.

Dia juga berharap, insiden seperti ini tidak akan terulang kembali pada laga-laga selanjutnya.

"Semoga tidak terjadi lagi kejadian seperti ini. Kita berharap, pertandingan berjalan dengan lancar dan aman bagi semua pihak," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved