Berita Sleman Hari Ini
Distributor Beras di Sleman Mendapat Sabotase dari Kompetitor, Kini Tempuh Jalur Hukum
Distributor beras asal Godean yang sempat menjadi korban penganiayaan oleh mitra bisnisnya mulai merintis bisnisnya kembali.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Distributor beras asal Godean, Kabupaten Sleman Rara Wijaya, yang sempat menjadi korban penganiayaan oleh mitra bisnisnya mulai merintis bisnisnya kembali.
Pasca penganiayaan yang berujung pada upaya hukum tersebut, Rara beserta usahanya yakni PT Rajawali (RJ83) sempat terpuruk akibat serangan dan fitnah dari kompetitor yang tidak bertanggung jawab.
Rara yang selama ini dikenal sebagai pengusaha tangguh dan berintegritas, akhirnya mengungkapkan perjuangannya melawan berbagai upaya sabotase yang dilakukan pihak kompetitor.
Beberapa bulan terakhir, PT Rajawali Godean menjadi target serangan dari beberapa pihak yang berusaha menjatuhkan reputasi perusahaan dengan menyebarkan informasi palsu dan melakukan kekerasan fisik terhadap bu Rara yang ternyata tengah dalam kondisi hamil.
Serangkaian tuduhan tidak berdasar di antaranya manipulasi harga, distribusi beras berkualitas rendah, serta tudingan negatif lainnya menyebar luas di masyarakat.
Bahkan, Rara menurut pengakuannya sempat terjadi insiden kekerasan yang menimpanya saat sedang menjalankan aktivitas bisnisnya.
"Kami sangat terpukul oleh tindakan kekerasan dan fitnah yang dilakukan terhadap kami. Namun, alhamdulillah, dengan dukungan keluarga, tim, dan masyarakat yang percaya pada kualitas dan integritas kami, kami berhasil bertahan. Kami bangkit lebih kuat dari sebelumnya," katanya, saat dihubungi, Rabu (9/10/2024).
Lebih lanjut, Rara juga menyampaikan bahwa serangan ini tidak hanya berdampak pada citra perusahaan, tetapi juga mengganggu jalannya distribusi beras kepada masyarakat.
Namun berkat kerja keras tim PT Rajawali Godean dan dukungan dari berbagai pihak, perusahaan kini kembali beroperasi dengan normal dan telah meningkatkan standar distribusi serta kualitas produk.
“Kami akan terus berkomitmen untuk menyediakan beras berkualitas tinggi bagi masyarakat Sleman dan sekitarnya. Kepercayaan masyarakat adalah prioritas utama kami, dan kami tidak akan terpengaruh oleh pihak-pihak yang mencoba menjatuhkan kami,walaupun beberapa bulan ini kami sedang tahap pemulihan akibat penganiayaan oleh oknum yang tidak brtanggung jawab," tambahnya.
Pihaknya juga tengah mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam penyebaran fitnah dan aksi kekerasan tersebut.
Ia berharap, tindakan hukum ini akan memberikan efek jera kepada pihak-pihak yang berusaha menjatuhkan usaha dengan cara-cara tidak etis.
“Kami percaya, kebenaran akan selalu menang. Kami sudah bekerja keras selama bertahun-tahun membangun perusahaan ini dari bawah, dan kami tidak akan menyerah hanya karena fitnah dan kekerasan,” jelasnya.
Rara berharap dapat terus berkontribusi pada perekonomian lokal dan tetap menjadi bagian penting dari rantai distribusi pangan di wilayah Yogyakarta.
Sebagai informasi, Rara merupakan korban penganiayaan oleh mitra bisnisnya sendiri.
| Hujan Deras Picu Banjir di Trihanggo, 5 Rumah Warga Terdampak Akibat Gorong-gorong Mampet |
|
|---|
| Puting Beliung Melanda Condongcatur Sleman, Sejumlah Rumah Warga Rusak |
|
|---|
| Keterangan Polisi soal Kecelakaan Beruntun di Sleman Hari Ini, Kerugian Ditaksir Rp 155 Juta |
|
|---|
| CERITA Fajarwati yang Kelak Tidak Akan Tidur di Bekas Kandang Sapi Lagi |
|
|---|
| Sambut Natal, 20 Gereja di Sleman Jadi Prioritas Pengamanan Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/mengandung-multitafsir-phsk-uii-dukung-pemerintah-revisi-uu-ite-secara-komprehensif.jpg)