Terjawab Sudah Asal Muasal Covid-19, Ternyata dari Tempat Ini

Hingga kini, asal muasal penyebaran virus corona masih terus diperdebatkan. 

Tayang:
Editor: ribut raharjo
ISTIMEWA
Ilustrasi Covid-19 

TRIBUNJOGJA.COM - Pandemi Covid-19 merenggut banyak nyawa di berbagai belahan dunia.

Hingga kini, asal muasal penyebaran virus corona masih terus diperdebatkan. 

Selama kurang dari tiga tahun, aktivitas manusia terhenti karena ancaman infeksi virus corona yang menyebabkan pandemi Covid-19

Beragam spekulasi asal-usul pandemi pun muncul, seperti penyebaran virus dari hewan terinfeksi hingga kebocoran laboratorium di Wuhan, China

Sebuah tim peneliti China melalui penelitian yang terbit dalam jurnal Nature pada April 2023 memastikan, pandemi Covid-19 dimulai dari hewan sakit yang dijual di pasar Wuhan

Dilansir dari BBC, Kamis (19/9/2024), mereka menganalisis ratusan sampel yang dikumpulkan oleh pejabat dari Wuhan, China, pada Januari 2020, masa-masa awal pandemi. 

Hasilnya, peneliti berhasil mengidentifikasi sejumlah hewan, termasuk anjing rakun, musang, dan tikus bambu, sebagai sumber potensial pandemi. 

Meski menyoroti satu kios di Pasar Grosir Makanan Laut Huanan sebagai tempat penyebaran hewan dan virus corona, penelitian tersebut tidak dapat memberikan bukti pasti. 

Hubungan pandemi dan Pasar Grosir Makanan Laut Huanan sendiri terkuak saat sejumlah pasien datang ke rumah sakit di Wuhan dengan keluhan pneumonia misterius. 

Hampir sepertiga dari 174 orang pertama yang terjangkit Covid-19 memiliki hubungan dengan pasar tersebut. 

Kala itu, pasar ditutup dan tim memeriksa lokasi termasuk kios-kios, bagian dalam kandang hewan, serta peralatan yang digunakan untuk mengupas bulu hewan yang disembelih. 

Kini, tim peneliti di Amerika Serikat dan China kembali menganalisis genetik dengan lebih canggih untuk melihat lebih jauh asal-usul pandemi Covid-19

Asal-usul pandemi Covid-19  

Penelitian terbaru dalam jurnal Cell melibatkan analisis jutaan fragmen pendek kode genetik, baik DNA maupun RNA, guna menentukan hewan dan virus apa saja yang ada di pasar pada Januari 2020. 

Peneliti mengidentifikasi spesies hewan di pasar melalui teknik yang disebut pengurutan metagenomik. 

Teknik tersebut membaca semua materi genetik yang ada dalam sampel, kemudian memilah-milahnya untuk memahami dari mana asalnya. 

Penulis senior studi dan direktur genomik penyakit menular di Scripps Translational Research Institute di La Jolla, California, Kristian Andersen mengatakan, DNA hewan-hewan yang dianalisis ditemukan sangat dekat dengan virus.

"Kami menemukan cerita yang sangat konsisten dalam hal ini yang menunjuk, bahkan pada tingkat satu kios, ke pasar sebagai asal-muasal yang sangat mungkin dari pandemi," kata dia. 

Akan tetapi, berada di tempat yang sama pada waktu yang sama bukan merupakan bukti adanya hewan yang terinfeksi virus corona. 

Dikutip dari CNN, Jumat (20/9/2024), dari hewan-hewan yang ada di pasar, baik kelinci, anjing, dan anjing rakun diketahui rentan terhadap infeksi Covid-19

Anjing rakun juga terbukti dapat menularkan infeksi, sehingga hewan ini menjadi kandidat kuat sebagai hewan yang pertama kali menularkan virus ke manusia. 

Hewan lain yang diidentifikasi sebagai sumber potensial pandemi adalah musang bulan (masked palm civet) yang juga dikaitkan dengan wabah SARS pada 2003, serta tikus bambu tua dan landak malaya. 

Namun, percobaan belum dilakukan untuk melihat apakah hewan-hewan tersebut dapat menyebarkan virus. 

Lebih lanjut, analisis genetika yang mendalam mampu mengidentifikasi jenis anjing rakun tertentu yang dijual di pasar. 

Anjing-anjing tersebut lebih umum ditemukan di alam liar di China selatan, dibandingkan yang diternakkan untuk diambil bulunya. 

Hal tersebut memberi petunjuk kepada para peneliti tentang lokasi di mana harus melakukan pencarian selanjutnya. 

Membaca usia virus, bukan dari kebocoran laboratorium 

Tim peneliti juga menganalisis kode genetik sampel virus yang ditemukan di pasar, dan membandingkannya dengan sampel dari pasien pada hari-hari awal pandemi. 

Sebab, mereka berpendapat, melihat berbagai mutasi yang berbeda dalam sampel virus juga akan memberikan petunjuk. 

Meski tidak membuktikan, sampel-sampel tersebut menunjukkan, Covid-19 bermula lebih dari satu kali di pasar dengan kemungkinan adanya dua kali penularan dari hewan ke manusia. 

Peneliti juga menggunakan mutasi untuk membangun pohon keluarga virus dan mengintip "masa lalunya". 

Dengan memahami seberapa cepat virus berubah atau bermutasi, peneliti memperoleh sekitar dua mutasi genetik setiap bulan. Dari sini, peneliti dapat mengetahui perkiraan usianya.

Mereka meyakini, virus yang memicu pandemi muncul antara pertengahan November dan pertengahan Desember 2019. 

Analisis peneliti menemukan, virus SARS-CoV-2 yang ada di pasaran muncul pada saat yang sama dengan virus dari pandemi yang lebih besar. 

Hal ini menunjukkan keduanya adalah satu dan sama. Jika virus berasal dari tempat lain terlebih dahulu dan kemudian berpindah ke pasar (tempat penyebaran meluas) seperti yang dikemukakan oleh teori kebocoran laboratorium, waktu kemunculan virus yang ditemukan di pasar seharusnya berbeda dengan kemunculan virus penyebab pandemi. 

Andersen menyebut, virus asal mula pandemi itu seharusnya akan memiliki tanggal lahir yang lebih awal. 

Sebelumnya, teori kebocoran laboratorium menyatakan, alih-alih menyebar dari satwa liar, virus justru berasal dari Wuhan Institute of Virology (WIV) yang telah lama mempelajari virus corona. Kasus 

Lokasi laboratorium WIV sendiri berjarak sekitar 40 menit dengan berkendara dari pasar yang menjadi tempat penyebaran. 

Namun, penelitian terbaru memperbanyak bukti ilmiah yang mendukung asal-usul virus secara alami dari zoonosis atau penyebaran dari hewan ke manusia di pasar Huanan, Wuhan

"Jadi kami semua terbuka terhadap gagasan kebocoran laboratorium, kecuali bahwa kami adalah ilmuwan, dan kami mengikuti jejak data," ujarnya. 

"Sejauh ini, semua data yang tersedia dan berbagai jenis data semuanya mengarah ke arah yang sama (menuju peristiwa tumpahan hewan yang mungkin terjadi di pasar Huanan)," sambungnya. (Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved