Terjawab Sudah Asal Muasal Covid-19, Ternyata dari Tempat Ini

Hingga kini, asal muasal penyebaran virus corona masih terus diperdebatkan. 

Editor: ribut raharjo
ISTIMEWA
Ilustrasi Covid-19 

Teknik tersebut membaca semua materi genetik yang ada dalam sampel, kemudian memilah-milahnya untuk memahami dari mana asalnya. 

Penulis senior studi dan direktur genomik penyakit menular di Scripps Translational Research Institute di La Jolla, California, Kristian Andersen mengatakan, DNA hewan-hewan yang dianalisis ditemukan sangat dekat dengan virus.

"Kami menemukan cerita yang sangat konsisten dalam hal ini yang menunjuk, bahkan pada tingkat satu kios, ke pasar sebagai asal-muasal yang sangat mungkin dari pandemi," kata dia. 

Akan tetapi, berada di tempat yang sama pada waktu yang sama bukan merupakan bukti adanya hewan yang terinfeksi virus corona. 

Dikutip dari CNN, Jumat (20/9/2024), dari hewan-hewan yang ada di pasar, baik kelinci, anjing, dan anjing rakun diketahui rentan terhadap infeksi Covid-19

Anjing rakun juga terbukti dapat menularkan infeksi, sehingga hewan ini menjadi kandidat kuat sebagai hewan yang pertama kali menularkan virus ke manusia. 

Hewan lain yang diidentifikasi sebagai sumber potensial pandemi adalah musang bulan (masked palm civet) yang juga dikaitkan dengan wabah SARS pada 2003, serta tikus bambu tua dan landak malaya. 

Namun, percobaan belum dilakukan untuk melihat apakah hewan-hewan tersebut dapat menyebarkan virus. 

Lebih lanjut, analisis genetika yang mendalam mampu mengidentifikasi jenis anjing rakun tertentu yang dijual di pasar. 

Anjing-anjing tersebut lebih umum ditemukan di alam liar di China selatan, dibandingkan yang diternakkan untuk diambil bulunya. 

Hal tersebut memberi petunjuk kepada para peneliti tentang lokasi di mana harus melakukan pencarian selanjutnya. 

Membaca usia virus, bukan dari kebocoran laboratorium 

Tim peneliti juga menganalisis kode genetik sampel virus yang ditemukan di pasar, dan membandingkannya dengan sampel dari pasien pada hari-hari awal pandemi. 

Sebab, mereka berpendapat, melihat berbagai mutasi yang berbeda dalam sampel virus juga akan memberikan petunjuk. 

Meski tidak membuktikan, sampel-sampel tersebut menunjukkan, Covid-19 bermula lebih dari satu kali di pasar dengan kemungkinan adanya dua kali penularan dari hewan ke manusia. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved