Berita Bisnis Terkini

Pengamat Pariwisata Apresiasi Upaya TWC Turunkan KDB Borobudur

Ukuran KDB bertujuan menjaga keseimbangan lingkungan dan pelestarian budaya dengan membatasi pembangunan fisik di sekitar kawasan candi. 

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Gaya Lufityanti
Istimewa
Ilustrasi- Kunjungan wisatawan di Candi Borobudur 

TRIBUNJOGJA.COM - PT Taman Wisata Candi (PT TWC), yang kini bertransformasi menjadi InJourney Destination Management (IDM), berhasil meraih pujian atas keberhasilannya menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk masyarakat sekitar kawasan candi. 

Salah satu pencapaian terbesar mereka adalah berhasil menurunkan batas ambang Koefisien Dasar Bangunan (KDB) menjadi 4 persen, sesuai dengan standar yang ditetapkan UNESCO. 

Ukuran KDB bertujuan menjaga keseimbangan lingkungan dan pelestarian budaya dengan membatasi pembangunan fisik di sekitar kawasan candi. 

Batas ambang tersebut dianggap batas wajar untuk dapat menjaga kelestarian dan keberlanjutan Candi Borobudur

Bersama berbagai pihak, PT TWC sebagai pengelola kawasan berhasil mengembalikan KDF di bawah 4 persen, langkah ini dianggap sebagai momentum penting dalam upaya kita menjaga warisan budaya dunia tersebut. 

Pengamat Pariwisata Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta, Ike Janita Dewi mengatakan upaya menurunkan batas ambang kunjungan di Candi Borobudur tidak hanya mendukung kelestarian fisik candi, tetapi juga memberikan contoh bagi pengelolaan destinasi wisata budaya di Indonesia secara berkelanjutan. 

"Sesuai dengan Rekomendasi UNESCO Reactive Monitoring, memang KDB harus diturunkan. Juga tidak kalah penting repositioning Borobudur sebagai spiritual sanctuary," ungkapnya, Rabu (18/9/2024). 

Di sisi lain menurut Ike, TWC juga tak melupakan manfaat sosial bagi masyarakat sekitar sehingga upaya pelestarian situs budaya dapat berjalan seiring dengan perkembangan sektor pariwisata. 

Salah satunya pemindahan pedagang ke Kampung Seni Borobudur yang memastikan dua sisi yakni pelestarian dan ekonomi bisa berjalan beriringan. 

"Berdasarkan UNESCO Reactive Monitoring, memang KDB di Borobudur harus diturunkan. Menurut saya, dengan memindahkan pedagang ke Kampung Seni Borobudur, KDB bisa diturunkan," lanjut Ike. 

Dengan adanya kebijakan tersebut, Ike mengharapkan Candi Borobudur tetap menjadi salah satu destinasi wisata unggulan kelas dunia yang menawarkan pengalaman wisata dan pembelajaran penting tentang keberlanjutan dan pelestarian budaya. 

"Ini menjadi tindakan preventif agar Borobudur lestari, namun masyarakat juga bisa tetap menikmati dampak positif ekonomi dari pariwisata," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved