Berita Video

Senjata Baru Ukraina Yang Bisa Jatuhkan Ujan Api dari Langit

Ukraina menambahkan senjata pembakar yang belum banyak diketahui ke gudang senjatanya dalam pertempuran untuk menangkis invasi Rusia.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Agus Wahyu

TRIBUNJOGJA.COM - Ukraina menambahkan senjata pembakar yang belum banyak diketahui ke gudang senjatanya dalam pertempuran untuk menangkis invasi Rusia, termasuk drone “penyembur api” yang menyerupai naga. 

Pekan lalu, Kementerian Pertahanan Ukraina memposting video di platform media sosial X yang menunjukkan sebuah pesawat tak berawak Ukraina menghujani apa yang tampak seperti api, yang sebenarnya adalah logam cair, pada posisi hutan yang diduga menjadi tempat persembunyian unit-unit Rusia

Dilansir Al Jazeera, para analis mengatakan bahwa senjata ini merupakan pengenalan baru dan inovatif dari senjata kuno ke dalam strategi militer Ukraina yang telah menunjukkan kemahirannya yang semakin meningkat dalam menggunakan pesawat tak berawak kecil. 

Termit tidak mudah meledak, tetapi menghasilkan panas pada suhu yang ekstrem, lebih dari 2.200 derajat Celcius, sehingga dapat membakar dan merusak hampir semua bahan, mulai dari pakaian, pohon dan dedaunan, bahkan kendaraan kelas militer. Api ini juga dapat terbakar di bawah air.

Jika digunakan pada manusia, senjata ini dapat berakibat fatal, atau menyebabkan luka bakar yang parah dan kerusakan tulang. 

Hal ini juga dapat menyebabkan masalah pernapasan dan trauma psikologis bagi para penyintas. 

Menggabungkan termit dengan drone presisi tinggi yang dapat melewati pertahanan tradisional membuat drone naga sangat efektif dan berbahaya, menurut organisasi advokasi anti-perang yang berbasis di Inggris, Action on Armed Violence. 

Drone naga cenderung terbang rendah karena termit lebih efektif ketika berada dalam kontak dekat dengan target. 

Selain memberikan kerusakan yang signifikan, senjata ini juga kemungkinan besar membantu unit-unit Ukraina dalam misi pengintaian. Dengan terbakarnya dedaunan, kampanye pengeboman lanjutan kemungkinan besar akan lebih tepat, kata para analis.

Beberapa drone diyakini dikembangkan oleh perusahaan rintisan Ukraina, Steel Hornets, produsen sistem senjata tak berawak swasta. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved