4 Keutamaan Istigfar Sebelum Subuh: Jaminan Ketenangan Hati dan Rezeki Berlimpah

Amalan sunnah ini tentu memiliki kekuatan dan keutamaan yang sangat besar, sebagaimana disebutkan dalam surat Ali Imran ayat 17.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Freepik: Waktu Subuh
Suasana Waktu Subuh 

ٱلصَّٰبِرِينَ وَٱلصَّٰدِقِينَ وَٱلْقَٰنِتِينَ وَٱلْمُنفِقِينَ وَٱلْمُسْتَغْفِرِينَ بِٱلْأَسْحَارِ 

Artinya: “Yaitu orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampunan di waktu sahur.”

Baca juga: Simak Keutamaan Sholat Tahajud, Waktu dan Bacaan Doanya

Waktu Mustajab untuk Berdoa

Dalam tafsir Al-Muyassar dan Al-Mukhtashar, diterangkan bahwa waktu di penghujung malam atau waktu sahur merupakan waktu yang sangat mustajab untuk berdoa dan memohon ampunan.

Pada saat itu, hati manusia masih tenang dan jauh dari hiruk pikuk duniawi.

Kisah Nabi Nuh

Nabi Nuh merupakan contoh nyata seseorang yang menyeru umatnya untuk beristigfar.

Sebagaimana dalam surat Nuh ayat 10, 

فَقُلْتُ ٱسْتَغْفِرُوا۟ رَبَّكُمْ إِنَّهُۥ كَانَ غَفَّارًا 

Artinya: “Maka aku katakan kepada mereka: Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun.”

Menjadi Seorang Muhsin

Dengan memperbanyak istigfar, kita akan semakin dekat dengan Allah Swt dan akan mengantarkan kita menjadi muhsin atau orang dengan pribadi ihsan. 

Adapun Ihsan berarti baik atau berbuat baik.

Secara istilah, ihsan ialah keadaan seseorang dalam beribadah kepada Allah Swt seakan-akan dia melihat Allah dengan mata hatinya.

Jika tidak bisa melihat-Nya, maka dia yakin bahwa sesungguhnya Allah Swt senantiasa melihat kepadanya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved