Rangkuman Pengetahuan Umum

Materi IPAS Kelas 5 SD Bab 3 Kurikulum Merdeka : Belajar Tentang Magnet

Berikut ini materi IPAS kelas 5 SD Bab 3 yaitu belajar tentang pemanfaataan gaya magnet dalam kehidupan sehari-hari.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Buku IPAS Kelas 5 SD
Materi IPAS Kelas 5 SD Kurikulum Merdeka BAB 3 

TRIBUNJOGJA.COM - Pada kesempatan ini, kita akan membahas materi mengenai mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) kelas 5 SD bab 3 dengan tema “Magnet, Listrik, dan Teknologi untuk Kehidupan”

Dilansir dari buku mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Kelas 5 SD Kurikulum Merdeka yang ditulis oleh Amalia Fitri Ghaniem, dkk, 2021.

Dalam bab 3 ini, siswa akan belajar mengenai gaya magnet, kemudian bagaimana energi listrik diperoleh dan digunakan, serta bagaimana menggunakan perangkat teknologi yang memanfaatkan perubahan energi.

Namun, kali ini kita akan berfokus pada pembahasan mengenai “Pemanfaatan gaya magnet untuk menjalani aktivitas sehari-hari”.

Baca juga: Rangkuman Materi IPAS Kelas 5 SD Kurikulum Merdeka Bab 1: Sifat Bunyi, Tinggi Rendah dan Intensitas

Apa itu Magnet?

Magnet adalah suatu benda yang memiliki kemampuan menarik benda-benda lain yang ada di sekitarnya.

Tidak semua benda memiliki sifat magnetik hingga kemampuan untuk dapat ditarik oleh magnet.

Adapun pengertian magnet secara bahasa.

Magnet berasal dari bahasa Yunani yaitu magnitis lithos yang artinya batu magnesian.

Di wilayah tersebut memiliki kandungan batu magnet dan Magnesia adalah sebuah wilayah di Yunani pada masa lalu, dan saat ini bernama Manisa.

Apabila sebuah magnet berada di antara serbuk besi, maka akan terlihat banyak serbuk yang menempel di kedua ujung magnet yang banyak sekali.

Semakin tengah, semakin sedikit serbuk besi yang menempel.

Maksudnya, ketika kedua ujung magnet tempat berada gaya tarik paling kuat.

Sedangkan bagian tengah tidak memiliki gaya tarik magnet atau netral.

Ada benda-benda yang memiliki sifat magnetik kuat, namun ada juga benda yang sifat magnetiknya lemah.

Selain itu, ada juga benda yang tidak memiliki sifat magnetik sama sekali, seperti kayu, beras, kerikil, dan seterusnya.

Jenis-jenis Magnet

Berdasarkan sifat kemagnetannya, magnet dibagi menjadi beberapa tipe :

1. Magnet Permanen

Tipe magnet ini merupakan magnet yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Benda yang tergolong magnet permanen memiliki kekuatan magnet yang tidak dapat hilang dengan mudah.

Contohnya, magnet yang terdapat pada pengeras suara, pintu kulkas, jam tangan, dan lain sebagainya.

2. Magnet Sementara

Sesuai namanya, benda yang tergolong tipe magnet ini memiliki sifat kemagnetan yang sementara.

Ketika benda ini berada dalam suatu medan magnet, benda tersebut akan memiliki sifat kemagnetan.

Namun, benda ini akan kehilangan sifat kemagnetannya ketika tidak berada dalam suatu medan magnet.

3. Elektromagnet

Berbeda dengan tipe magnet permanen dan sementara, elektromagnet merupakan suatu benda yang dapat menghasilkan gaya magnet ketika benda tersebut dialiri listrik.

Benda ini merupakan suatu kumparan kabel yang dialiri listrik.

Salah satu keunggulan benda elektromagnetik, yaitu besaran gaya magnet yang dihasilkan dapat diatur sesuai dengan besaran arus listrik yang dialirkan.

Mengapa Magnet Bisa Menarik Logam?

Pada dasarnya, magnet dapat menarik logam lainnya karena memiliki gaya medan magnet.

Umumnya, atom-atom logam besi memiliki gaya medan magnet tersendiri.

Gaya medan magnet pada besi biasa memiliki arah yang tidak beraturan sehingga besi biasa tidak dapat menarik logam lainnya.

Magnet dapat menarik logam dikarenakan gaya medan magnetnya teratur dan cukup kuat.

Medan magnet adalah sesuatu yang tidak dapat dilihat secara langsung.

Sifat Magnet

Magnet adalah suatu logam yang memiliki kemampuan menarik besi lainnya.

Tidak semua benda bisa ditarik oleh magnet.

Hanya benda-benda yang mengandung logam yang dapat ditarik oleh magnet.

Itu sebabnya klip besi, jarum, peniti, dan logam yang dapat ditarik oleh magnet.

Adapun beras, kedelai, biji-bijian, kayu tanah, dan kerikil tidak mengandung unsur besi sehingga tidak dapat ditarik oleh magnet.

Garis-garis Gaya Magnet

Pada serbuk pasir yang berada di atas kertas terdapat semacam garis-garis yang menghubungkan bagian ujung magnet dengan ujung magnet yang lainnya.

Garis-garis yang terbentuk menunjukkan medan magnet.

Semakin banyak serbuk pasir atau besi yang menempel di bagian tertentu maka semakin besar kekuatan magnet di bagian tersebut.

Setiap magnet selalu memiliki kutub Utara yang disimbolkan dengan huruf N dan kutub Selatan disimbolkan dengan huruf S.

Jika kedua magnet dengan kutub sejenis didekatkan maka akan saling menolak satu sama lain.

Namun, jika mendekatkan kedua magnet dengan kutub yang berbeda maka mereka akan saling tarik menarik.

Kekuatan Magnet

Magnet yang ada di bagian ujung menarik lebih banyak serbuk pasir atau besi dibandingkan yang ada di bagian tengah magnet.

Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan magnet yang paling besar terdapat di bagian ujungnya.

Semoga materi ini bisa menjadi panduan siswa dalam belajar. (MG Madah Mazzidah)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved