Resmi Dibuka! Bakpia Jiwa Jogja Tawarkan Kelezatan Premium untuk Oleh-oleh

Usung konsep bakpia premium, Bakpia Jiwa Jogja siap menjadi pusat oleh-oleh terkemuka khas Yogyakarta.

Editor: Content Writer
Istimewa
Gerai Bakpia Jiwa Jogja yang berlokasi di Jalan Taman Siswa, Kota Yogyakarta resmi launcing pada Kamis (22/8/2024) siang. 

TRIBUNJOGJA.COM - Gerai Bakpia Jiwa Jogja yang berlokasi di Jalan Taman Siswa, Kota Yogyakarta resmi di launcing pada Kamis (22/8/2024) siang.

Agenda tersebut, sekaligus memantapkan visinya untuk menjadi pusat oleh-oleh terkemuka, yang tidak sebatas menjajakan kuliner khas, namun juga souvenir dan cendera mata berciri Yogyakarta.

Manajer Marketing Bakpia Jiwa Jogja, Sungkowo Istining Wardoyo, mengatakan, sejak awal pihaknya mengusung sebuah konsep bakpia premium.

Di mana, bahan-bahan yang digunakan dipastikan berkualitas utama dan berbeda dengan bakpia-bakpia reguler yang dewasa ini menjamur di Yogyakarta.

"Salah satunya, kita gunakan butter wisjman, itu sangat jarang digunakan oleh bakpia reguler. Bahan itu yang kami pakai di bakpia premium ini," katanya.

Dengan bahan-bahan berkualitas utama, ditambah proses pengolahan berstandar tinggi, masa kadaluarsa atau expired date Bakpia Jiwa Jogja pun lebih panjang.

Menurutnya, rata-rata bakpia reguler di Yogyakarta saat ini hanya mampu bertahan paling lama 5-7 hari saja.

"Kami sudah riset, Bakpia Jiwa Jogja baru expired 14 hari di suhu ruangan. Itu aman. Tapi, kalau di mobil, ditaruh di dashboard, tentu bakal lebih cepat (kadaluarsa)," cetusnya.

Dijelaskan, terdapat empat varian rasa isian bakpia yang siap memanjakan lidah konsumen, meliputi kacang hijau atau original, kumbu hitam, coklat, dan keju.

Selain itu, Bakpia Jiwa Jogja juga punya inovasi produk turunan pia layer, dengan varian yang bisa dibilang masih jarang dijumpai di Yogyakarta.

"Pia layer di sini, kami bikin dengan tiga varian rasa almond, hazelnut, dan klepon. Nah, yang klepon itu di Yogya belum ada," ungkapnya.

Bowo mengatakan, dalam proses pengembangannya Bakpia Jiwa Jogja pun tidak akan sebatas menyajikan aneka ragam kuliner khas saja.

Ia menyadari, dengan menyasar segmen wisatawan, pihaknya harus melakukan ekspansi untuk mengintip peluang bisnis, dengan menjajakan souvenir maupun cendera mata berciri Yogyakarta.

"Bakpia Jiwa Jogja ini kami develop menjadi pusat oleh-oleh. Selain kuliner, kami juga ada kaos wayang yang dikemas kekinian, yang di dalamnya ada story telling dan edukasinya," katanya.

"Kami sudah siapkan lokasinya, yang bisa menampung lebih dari 15 bus sekaligus. Makanya, dalam grand launching ini, kami undang juga pelaku dan asosiasi wisata dari berbagai daerah," pungkas Bowo.

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA
    Komentar

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved