Pemancing di Klaten Dengar Tangisan, Ternyata Ada Bayi Hidup Terbungkus Plastik Hitam
Kabar terbaru bERITA TEMuan bayi perempuan di dalam kantong plastik wilayah klaten.
Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Iwan Al Khasni
Siapa orangtua bayi perempuan ditemukan dalam kondisi hidup di antara tumpukan sampah dekat sungai di bawah Jembatan Desa Brangkal, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Senin (12/8/2024) masih jadi misteri. Bayi perempuan malang itu ditemukan di dalam kantong plastik warna hitam oleh warga.
KAPOLSEK Karanganom, AKP Panut Haryono, mengatakan, bayi berjenis kelamin perempuan itu ditemukan oleh warga sekitar pukul 16.00 WIB.
Bayi yang terbungkus selimut warna biri itu ditemukan di dalam kantong plastik hitam.
"Jenis kelamin perempuan dan diperkirakan baru lahir karena ari-arinya masih melekat," ungkap Panut.
Panut menuturkan, berdasarkan pemeriksaan petugas medis di Puskesmas, bayi tersebut dalam kondisi sehat dan normal.
Berat badan bayi dikatakan mencapai 2,9 kg.
Selanjutnya, polisi berupaya mencari tahu identitas orang tua bayi perempuan tersebut.
Kasat Reskrim Polres Klaten, AKP Yulianus Dica Ariseno Adi, mengatakan berdasarkan informasi dari Polsek Karanganom, bayi tersebut ditemukan oleh warga.
Dikatakan kala itu, warga tersebut hendak memancing ke sungai di dekat lokasi penemuan bayi.
"Warga mendengar ada tangisan bayi dari dalam plastik.
"Akhirnya dari anggota Polsek Karanganom inisiatif membuka plastik dan mendapati ada sesosok bayi," ungkap Dica kepada awak media, Selasa (13/8/2024).
Kemudian, bayi tersebut diserahkan ke Puskesmas Karanganom untuk diperiksa.
Beruntung, bayi perempuan itu dalam kondisi sehat dan normal.
"Saya sudah perintahkan anggota untuk mencari siapa orang tua bayi. Kami back up dari unit PPA Satreskrim Polres Klaten.
"Kami sudah memeriksa dua saksi terkait penemuan bayi dan warga sekitar, juga mengecek beberapa CCTV di sekitar lokasi," jelasnya.
Kabar Terbaru Sang Bayi
Polres Klaten menyerahkan bayi perempuan ke Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos PPPAPPKB) Kabupaten Klaten.
Kepala Dinsos PPPAPPKB Kabupaten Klaten, Puspo Enggar Hastuti, membenarkan bahwa pihak polisi telah menyerahkan bayi tersebut ke Dinsos P3APPKB Klaten.
Di samping proses penyelidikan, pengumpulan barang bukti, dan informasi terus berjalan.
"Saat ini, bayi kami rujuk ke RSUD Bagas Waras untuk mendapatkan observasi kesehatannya.
"Kalau sampai proses penyidikan bayi sudah dikategorikan sehat tetapi orang tua atau keluarganya belum ditemukan. Maka kami akan menitipkan bayi ke Panti Wiloso Salatiga," jelas Puspo saat dihubungi Selasa (13/8/2024).
Puspo menyebut keputusan itu diambil lantaran Kabupaten Klaten belum memiliki panti yang bisa menampung dan merawat bayi malang itu.
Kendati demikian, Puspo menyampaikan penjaminan kehidupan bayi selama di Panti Wiloso akan diserahkan oleh pemerintah atau negara.
"Kami serahkan ke Panti Wiloso kalau kondisinya benar-benar sehat dan layak keluar dari rumah sakit," katanya.
Adapun terkait proses penyelidikan orang tua atau keluarga bayi, pihaknya menyerahkan sepenuhnya hal itu kepada pihak kepolisian.
Apabila polisi berhasil mengungkap identitas orang tua atau keluarga bayi, maka proses hukum diserahkan ke pihak berwajib.
Sementara terkait hak asuh anak akan diserahkan kepada orang tua atau keluarga bayi.
Lebih lanjut, Puspo menjelaskan terkait bayi tersebut bisa diadopsi atau tidak, harus menunggu proses penyelidikan yang sedang berjalan.
Selain itu dalam proses adopsi pun harus mengikuti mekanisme dan syarat yang berlaku pada umumnya.
"Sekarang memang banyak yang bertanya terkait apakah benar ada penemuan bayi, lalu syarat, ketentuan, biaya, dan lain-lain. Kalau soal data resmi mengajukan adopsi belum ada," ujarnya.
"Tetapi kalau memang proses penyelidikan diberhentikan karena tidak diketahui orang tuanya.
"Maka nanti bayi kami serahkan kepada panti, untuk yang mau mengadopsi juga kita serahkan prosesnya seperti yang berlaku pada umumnya," tandasnya. (Tribunjogja.com/drm)
| Modus Little Aresha Bohongi Orang Tua Terungkap, Polisi Panggil 50 Saksi Pelapor untuk Perkuat bukti |
|
|---|
| Pembunuh Janda Anak Satu di Gamping Dituntut 12 Tahun Penjara |
|
|---|
| Dugaan Pelanggaran Izin Praktik dalam Kasus Temuan 11 Bayi di Pakem, Pakar Sebut Ancaman Pidana |
|
|---|
| Ini Peran Warga di Klicfest 2026, Dari One Day Tour hingga Komunitas Sepeda Tumplek di Sewu |
|
|---|
| Tak Sekadar Event, Klicfest 2026 Jadi Strategi Bupati Klaten Hamenang Gaet Wisatawan Mancanegara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/temuan-bayi-perempuan-di-Klaten.jpg)