Berita Jogja Hari Ini

Maraknya Peredaran Miras di Jogja Bikin Resah Kalangan Emak-emak

Kalangan emak-emak di Yogyakarta menyuarakan keresahannya terhadap peredaran minuman keras ( miras ) yang semakin marak.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja.com/Azka Ramadhan
PMMI DIY saat menyampaikan pernyataan sikap terkait keresahan terhadap masifnya peredaran miras di Yogyakarta, Jumat (9/8/24). 

TRIBUNJOGJA.COM - Kalangan emak-emak di Yogyakarta menyuarakan keresahannya terhadap peredaran minuman keras ( miras ) yang semakin marak.

Keresahan tersebut, disampaikan Persaudaraan Mak-mak Indonesia (PMMI) DIY, melalui pernyataan sikap di kawasan Ngampilan, Kota Yogyakarta , Jumat (9/8/24).

Ketua PMMI DIY, Nur Aisyah Haifani, menandaskan, peredaran miras di Yogyakarta dewasa ini sudah semakin masif, baik secara online maupun offline.

Parahnya, gerai-gerai penjual miras pun sangat gamblang menunjukkan keberadaannya, sehingga masyarakat, terutama generasi muda, cenderung mudah menjangkaunya.

"Sekarang anak-anak muda menganggap minum miras itu keren dan kekinian. Bahkan, mereka merasa malu, sudah SMA kok belum pernah minum miras. Seperti itu kejadiannya sekarang," katanya.

Sementara, fungsi pemerintah dalam mengawasi peredaran miras bisa dibilang setengah hati, meski deretan aturan sejatinya sudah terealisasi.

Oleh sebab itu, pihaknya mendorong seluruh emak-emak di Yogyakarta, untuk memperhatikan anak-anak muda di lingkungannya, supaya terhindar dari bahaya miras.

"Kemudian sekolah-sekolah itu, baik negeri atau swasta, harus membuat program khusus untuk mengedukasi dampak buruk miras pada anak-anak didiknya," terang Aisyah.

"Pengawasan harus diperketat. Pemerintah, DPRD yang akan dilantik, termasuk ormas kepemudaan dan agama, harapannya bisa mengawasi peredaran miras di Yogyakarta ," urainya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved