TIPS Survival: Cara Efektif Saat Menemui Badai di Gunung

Resiko berbahaya seperti sambaran petir, angin kencang, hujan angin, bisa memperbesar kemungkinan anda terkena hipotermia, cidera dan tersesat.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Freepik/@EyeEm
Ilustrasi Badai 

TRIBUNJOGJA.COM - Gunung seringkali menyajikan tantangan yang tidak terduga.

Cuaca alam yang kadang sulit diprediksi, serangan satwa liar, ataupun rintangan dari pohon tumbang.

Turut menyertai perjalanan anda saat menyusuri keindahannya.

Berbicara mengenai cuaca ekstrim yang sering melintasi pegunungan.

Resiko berbahaya seperti sambaran petir, angin kencang, hujan angin, bisa memperbesar kemungkinan anda terkena hipotermia, cidera dan tersesat.

Dikutip dari blog Eiger Adventure, Berikut ini cara menjaga diri dari terjangan badai di Gunung.

Baca juga: Tips Survival: Pertolongan Pertama pada Orang yang Mengalami Hipotermia di Gunung

  1. Periksa Ramalan Cuaca

Meskipun tidak sepenuhnya akurat, namun setidaknya anda punya gambaran terkait cuaca yang akan anda hadapi.

Sehingga persiapan yang bisa anda lakukan bisa lebih baik.

Upaya prefentif yang cukup berguna bagi anda yang akan berkegiatan di alam.

 

2. Buat Rencana Darurat

Selain menyusun strategi perjalanan anda dengan optimisme.

Anda juga memerlukan rencana cadangan manakala menemui situasi darurat.

Jangan lupa untuk memberi tahukan seseorang mengeni rencana perjalanan anda.

Tentang Rute pendakian, jadwal, dan titik kumpul darurat.

 

3. Pilih Titik Tinggi yang Aman

Ketika Tribunners berada di jalur pendakian dan bertemu dengan badai.

Maka usahakan tetap bergerak mencari puncak bukit yang sekiranya tidak terdampak.

Namun pastikan titik tinggi tersebut masih pada jalur yang seharusnya anda tempuh.

Jangan sampai berjalan terlalu jauh karena menghindari badai, namun anda menemui jalan yang salah.

 

4. Mencari Perlindungan yang Aman

Saat jalur pendakian yang anda lalui saat itu tidak memiliki titik tinggi yang aman.

Maka Tribunners bisa mencari tempat lain yang sekiranya aman.

Seperti berlindung di bawah batu besar, di bawah pohon kecil yang kokoh.

Jangan berlindung dibawah pohon yang tinggi.

Sebab beresiko untuk tumbang.

 

5. Hindari Area Terbuka

Jika anda mencari area tinggi, pastikan bukan area terbuka yang anda temui.

Jangan sesekali membiarkan anda berjalan ditengah padang terbuka saat terjadi badai.

Sambaran petir dan angin topan akan menyertai perjalanan anda jika memasuki area tersebut.

Baca juga: Kumpulan Kisah Survival Penuh Inspirasi dan Paling Mencengangkan

6. Gunakan Perangkat Penangkal Petir

Usahakan untuk membawa alat penangkal petir seperti penyangga petir.

Jangan biarkan alat elektronik menyala saat anda menemui badai.

Hindari penggunaan trekking pole saat terjadi hujan petir.

Sebab berbagai barang tersebut akan mudah menghantarkan listrik.

 

7. Gunakan Pakaian yang Tepat

Sudah menjadi standar mendaki kalau beberapa peralatan anda harus tahan air.

Tidak hanya tas, sepatu ataupun tenda, namun pakaian anda juga harus sesuai.

Sediakan pakaian yang tahan air dan tahan angin.

Supaya ketika cuaca mulai mendung atau angin mulai berhembus kencang, anda sudah mempersiapkannya sejak awal mula badai akan menerjang.

 

8. Jangan Berdiri di Sungai atau Aliran Air

Saat Tribunners mendapati aliran air pada jalur pendakian.

Perhatikan langkah anda jangan sampai mendekati aliran air tersebut.

Jika hujan semakin lebat, maka kemungkinan aliran air juga akan semakin deras.

Aliran air tersebut bisa saja membawa muatan batu kerikil yang berbahaya jika anda tidak menghindarinya.

 

9. Persiapkan Bivak Darurat

Jika anda terpaksa berhenti di perjalanan karena situasi tidak memungkinkan.

Maka carilah tempat yang aman untuk mendirikan tempat bermalam.

Sekalipun peralatan tenda anda tidak lengkap, tetaplah usahakan peralatan tidur anda memadai.

Baca juga: TIPS Bertahan Hidup: TIPS Membuat Tanda Jejak Darurat Saat Tersesat di Hutan

Penting bagi anda untuk selalu waspada terhadap resiko pendakian.

Gunung memang menawarkan berbagai keindahan tak terhingga.

Membuat anda tergesa untuk bisa menapaki setiap langkah di jalurnya.

Namun jangan sampai lengah dengan indahnya panorama sekitar.

Senantiasa waspada dan selalu berhati-hati. (MG - Hilal Hamdi)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved