Kronologi Terungkapnya Bapak Kos di Semarang Santap Daging Kucing
Seorang pria di Semarang diamankan polisi setelah videonya saat memakan daging kucing viral di media sosial.
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, SEMARANG - Seorang pria di Semarang diamankan polisi setelah videonya saat memakan daging kucing viral di media sosial.
Pria pemilik kos di kawasan Sekaran, Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah itu berdalih memakan daging kucing untuk mengobati gula darahnya.
Sementara dalam video yang beredar di media sosial, terlihat bekas tempat pemotongan kucing disertai percakapan pelaku dan pembuat video.
"Dengan gampangnya ngaku dia pelaku hilangnya kucing selama ini," tulis akun tersebut dalam unggahannya.
Setelah video itu viral, aparat kepolisian langsung menelusuri lokasi kejadian.
Polisi pun akhirnya berhasil menemukan pria yang disebutkan dalam video viral itu.
Pelaku Pelaku merupakan pemilik kos di dekat Universitas Negeri Semarang (Unnes).
"Ya, dia yang punya kos. Di dekat kampus Unnes belakang atau sampingnya itu," jelas Kapolsek Gunungpati Semarang, Kompol Agung Raharjo kepada kompas.com, Rabu (7/8/2024).
Terungkapnya kebiasan pemilik kos memakan daging kucing ini menurut Kompol Agung bermula dari kecurigaan penghuni kos yang mencium bau busuk.
Setelah dicek, ternyata ada bangkai yang diduga kucing.
Kemudian direkam oleh warga dan diunggah ke media sosial hingga viral.
Polisi yang menemukan pria itu kemudian langsung mengamankannya.
Dari keterangan pria itu, kebiasaan memakan daging kucing sudah dijalani selama satu tahun.
Alasannya untuk dijadikan obat diabetes.
"Sudah 10 kali selama setahun," ujarnya.
Berdalih untuk obat diabetes
Pria tersebut diketahui bernama Nur (63), mengaku memasak dan memakan kucing untuk pengobatan diabetes yang dideritanya.
Pria yang juga pengusaha kos ini disebut telah mengonsumsi lebih dari 10 ekor kucing setiap tahun sejak 2010.
Kini Nur telah diamankan oleh petugas kepolisian, Rabu (7/8/2024) di Mapolrestabes Semarang untuk dimintai keterangan dan pemeriksaan lebih lanjut.
"Penanganan perkara lebih lanjut kita serahkan ke Polrestabes Semarang, untuk ditindaklanjuti," ungkap Kapolsek Gunung, Kompol Agung Raharjo, di rumah kos Nur.
Agung mengatakan, menurut keterangan awal yang diperoleh, Nur sengaja memakan kucing untuk menurunkan kadar gula. Dia mengaku membaik setelah mengonsumsi kucing.
"Saya tanya, kenapa kok makan daging kucing, pengakuan yang bersangkutan untuk menurunkan kadar gula yang katanya sakit diabetes. Katanya sudah enak badan dan sebagainya, dan menyampaikan mengonsumsi daging kucing untuk menurunkan kadar gula saya," sambungnya.
Pantauan Kompas.com, tempat memasak daging kucing terletak di bagian belakang rumah, berdekatan dengan aliran pembuangan air selebar kurang lebih satu meter.
Tumpukan sisa tulang-tulang bekas penyembelihan dan memasak kucing dibuang di aliran sungai tersebut.
Lalu polisi memasukkan sisa tulang itu sebagai barang bukti.
"Barang bukti olah TKP yang dikumpulkan untuk mendukung proses penyelidikan kasus ini supaya tidak ada kendala selanjutnya. Di antaranya bekas bekas tulang dari daging kucing yang dimakan. Kemudian alat alat untuk eksekusi, sabit, palu, magicom yang katanya pelaku untuk memasak daging tersebut," jelas Kompol Agung.
Inafis dan Polsek Gunungpati juga sudah melakukan olah TKP di kosan milik Nur.
Bagian belakang rumah dan kamar yang bersangkutan juga sudah dipasang garis polisi. (*)
| BREAKING NEWS : PSS Sleman Promosi ke Super League usai Hajar PSIS Semarang 3-0 |
|
|---|
| Tocantins Cetak Gol, PSS Sleman Kian Dekat ke Super League |
|
|---|
| Kehabisan Tiket, Suporter PSS Sleman Nobar di Lapangan Pemda Sleman |
|
|---|
| Daftar Susunan Pemain PSS Sleman vs PSIS Semarang, Super Elja Turunkan Kekuatan Penuh |
|
|---|
| PSS Sleman vs PSIS Semarang: Super Elja Siap Hadapi Laga Penentu Sore Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kronologi-Terungkapnya-Bapak-Kos-di-Semarang-Santap-Daging-Kucing.jpg)