Berita Gunungkidul Hari Ini

Hasil Panen Ubi Kayu di Gunungkidul Melimpah, Diproyeksi Capai 954 Ribu Ton

Sampai saat ini setidaknya 1.054 hektare sudah mulai panen ubi kayu dari total luasan tanam singkong di Gunungkidul ada 45.018 hektare.

Tayang:
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Para petani di Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, saat memanen ubi kayu beberapa waktu lalu. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Hasil komoditas ubi kayu di Kabupaten Gunungkidul melimpah.

Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) memproyeksikan produksi ubi kayu mencapai 954.000 ton pada 2024 ini.

Ketua Tim Kerja Produksi Tanaman Pangan di Dinas Pertanian dan Pangan Danang Sutopo mengatakan sampai saat ini setidaknya 1.054 hektare sudah mulai panen ubi kayu. 

Dengan rincian di Kapanewon Saptosari telah panen 1.020 hektare, Kapanewon Patuk telah panen 11 hektare, dan Kapanewon Ngawen telah panen 23 hektare.

Sementara total luasan tanam singkong di Gunungkidul ada 45.018 hektare.

"Dengan sudah mulainya panen singkong di Gunungkidul, ia mengungkapkan dengan perkiraan profitasnya mencapai 21,2 ton per hektare maka proyeksi produksi singkong mencapai 954.000 ton pada 2024 ini," ujarnya pada Kamis (8/8/2024).

Menurutnya, melimpahnya ubi kayu di Gunungkidul karena  didominasi lahan kering di wilayah ini.

Sehingga, komoditas dominan adalah tanaman ubi kayu. 

Dia menjelaskan, komoditas ubi kayu biasanya ditanam bersamaan dengan padi di musim pertama, sekitar bulan Oktober ketika musim hujan datang.

Ubi kayu ditanam secara tumpangsari dengan padi dan palawija lainnya. 

"Saat ini, di bulan Juli 2024 sebagian besar petani singkong atau ubi kayu di Kabupaten Gunungkidul memasuki masa panen dan akan panen raya seluruhnya di Agustus 2024," paparnya.

Sementara itu, Koordinator PPL di BPP Saptosari Sriyatun menambahkan dari beberapa sampel ubinl kayu yang dipanen memang hasilnya tidak semu bagus, ada yang hasil ubinannya tinggi dan ada yang kurang. 

Seperti di Kapanewon Saptosari, produksi singkong ada yang mencapai 38 kg/ubin dan jika dikonversi jadi 60 ton/hektare singkong basah.

Di petani yang lain mencapai 20 kg/ubin atau 32 ton ubi kayu basah/Ha.

"Sehingga, angka profitas 21,2 ton per ha singkong basah kemungkinan besar bisa dicapai,"tuturnya

Dia melanjutkan, sebagian besar singkong ini diproduksi untuk pemenuhan industri gaplek hingga di jual ubi basah singkong dari lahan.

Sehingga harapannya bisa menjadi tambahan pendapatan petani. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved