BNPT Ajak Mahasiswa Baru UNY Tidak Bersimpati dengan Kejahatan Berkedok Agama
BNPT meminta mahasiswa baru Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) untuk tidak bersimpati dengan kejahatan berkedok agama.
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) meminta mahasiswa baru Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) untuk tidak bersimpati dengan kejahatan berkedok agama.
Hal itu disampaikan oleh Direktur Pencegahan BNPT, Irfan Idris ketika menjadi pembicara di momen Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UNY di Gedung Olahraga (GOR), Selasa (6/8/2024).
“Jangan pernah bersimpati terhadap kejahatan yang dikemas dengan bahasa-bahasa agama. Indonesia bukan negara agama. Ideologi yang ingin mendirikan negara agama, terutama Islam, sudah muncul sebelum Indonesia merdeka,” jelas Irfan.
Irfan menceritakan, pada 31 Juli 2024, ada remaja berusia 19 tahun ditangkap di Kota Batu, Malang, Jawa Timur karena kedapatan ingin melakukan aksi terorisme bunuh diri dengan bom.
Menurutnya, itu fakta yang harus dipahami dan dipelajari oleh generasi muda.
Dikatakannya, pada 2023, Indonesia menjadi salah satu negara dengan zero terrorist attack atau nol serangan teroris.
“Ini sebuah prestasi yang dicapai aparat keamanan, terutama Polri, Densus 88, TNI dan lapisan masyarakat. Kita harapkan, gerakan terorisme sudah tidak ada,” jelas dia.
Meski demikian, di bawah permukaan, ada gerakan terorisme yang harus diwaspadai karena bisa saja menyasar anak-anak muda.
Baca juga: Cerita Novi Putri Rachmawati, Remaja Klaten Berusia 15 Tahun yang Jadi Maba Termuda UNY 2024
Ia menyebut, gerakan pertama, masih ada orang-orang yang mau menyuarakan ideologi selain Pancasila. Padahal, Pancasila adalah ideologi yang final untuk Indonesia.
“Yang kedua, ada fundraising atau sumbangan. Indonesia adalah negara dermawan sehingga tokoh teroris global memanfaatkan kesempatan ini untuk mencari uang dan menggiring generasi muda ke negara konflik di negara lain. Ini banyak buktinya,” tambah Irfan.
Hal ketiga adalah peningkatan radikalisasi pada target perempuan, anak dan remaja.
“Kita miris kalau ada mahasiswa terpapar terorisme. Benar, Anda ngaji, tapi kalau ngajinya satu orang gurunya, kitabnya cuma terjemahan, di sinilah peran penting lembaga kemahasiswaan agar selalu ada dialog dengan mengundang narasumber kompeten,” ucap dia.
Irfan mengungkap, di Bom Bali, belum terlihat peran perempuan dan anak-anak, tapi seiring berjalannya waktu, pengeboman juga dilakukan oleh perempuan dan anak-anak.
Dia berpesan kepada mahasiswa untuk memiliki tekad kuat memerangi paham bertentangan dengan ideologi Pancasila. (ard)
| UNY Siap Layani 15.783 Peserta UTBK-SNBT 2026 |
|
|---|
| 15.783 Peserta Bakal Ikuti UTBK-SNBT 2026 di UNY, Ini Kesiapan Pihak Kampus |
|
|---|
| KIKA Surati Rektor UNY, Desak Kejelasan Status Studi Aktivis Perdana Arie Pasca-Bebas |
|
|---|
| Mahasiswa KKN UNY Bantu Warga Kelola Sampah Organik untuk Tingkatkan Peluang Ekonomi |
|
|---|
| Ketua DPRD Harapkan Aktivitas di Kampus UNY di Wates Tetap Hidup demi Ekosistem Usaha Masyarakat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/BNPT-Ajak-Mahasiswa-Baru-UNY-Tidak-Bersimpati-dengan-Kejahatan-Berkedok-Agama.jpg)