5 Puisi Karya Chairil Anwar, Penyair Indonesia yang Mendunia
Puisi milik Chairil Anwar diambil 5 diantaranya, maka dibawah ini terdapat beberapa puisi milik Chairil Anwar dilansir dari berita.99.co
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM- Penyair biasanya menciptakan sesuatu agar dapat dikenang.
Sama seperti sejarah Indonesia yang harus dikenang hingga tulang manusia menghilang.
Sejarah peristiwa dahulu tidak pernah lekang oleh waktu, ketika sejarah ditulis maka sejarah membentuk menjadi puisi.
Baca juga: 8 CONTOH Puisi Tema Tentang Pancasila, Luapkan Kecintaan Pada Dasar Negara
Seperti contoh puisi yang ditulis oleh Chairil Anwar, penyair legendaris asal Indonesia yang puisinya setiap bait mengandung makna puitis.
Chairil Anwar kemudian menuliskan antologi puisi yang ditulis dalam berbagai judul.
Puisi milik Chairil Anwar diambil 5 diantaranya, maka dibawah ini terdapat beberapa puisi milik Chairil Anwar dilansir dari berita.99.co
1. MERDEKA
Pernah
Aku percaya pada sumpah dan cinta
Menjadi sumsum dan darah
Seharian kukunyah dan kumamah
Sedang meradang
Segala ku renggut
Ikut bayang
Tapi kini
Hidupku terlalu tenang
Selama tidak ada badai
Kalah menang
Ah! Jiwa yang menggapai-gapai
Mengapa kalau beranjak dari sini
Kucoba dalam mati
2. DIPONEGORO
Kepercayaan tanda menyerbu
Sekali berarti
Sudah itu mati
MAJU
Bagimu negeri
Menyediakan api
Punah diatas menghamba
Binasa di atas ditinda
Sungguh pun dalam ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai
Maju.
Serbu.
Serang.
Terjang.
3. BERCERAI
Kita musti bercerai
Sebelum kicau murai berderai
Terlalu kita minta pada malam ini
Benar belum puas serah-menyerah
Darah masih berbusah-busah
Terlalu kita minta pada malam ini
Kita musti bercerai
Biar surya ‘kan menembus oleh malam di perisai
Dua benua bakal membentur-bentur
Merah kesumba jadi putih kapur
Bagaimana?
Kalau IDA, mau turut mengabur
Tidak samudera caya tempatmu menghambur
4. “SORGA”
Buat Basuki Resobowo
Seperti ibu + nenekku juga
Tambah tujuh keturunan yang lalu
Aku minta pula supaya sampai di sorga
Yang kata Masyumi + Muhammadiyah bersungai susu
Dan bertabur bidari beribu
Tapi ada suara menimbang dalam diriku,
Nekat mencemooh: Bisakah kiranya
Berkering dari kuyup laut biru,
Gamitan dari tiap pelabuhan gimana?
Lagi siapa bisa mengatakan pasti
Di situ memang ada bidadari
Suaranya berat menelan seperti Nina, punya kerlingnya jati?
5. “HUKUM”
Saban sore ia lalu depan rumahku
Dalam baju tebal abu-abu
Seorang jerih memikul. Banyak menangkis pukul.
Bungkuk jalannya — Lesu
Pucat mukanya — Lesu
Orang menyebut satu nama jaya
Mengingat kerjanya dan jasa
Melecut supaya terus ini padanya
Tapi mereka memaling. Ia begitu kurang tenaga
Pekik di angkasa: Perwira muda
Pagi ini menyinar lain masa
Nanti, kau dinanti-dimengerti!
MG SOFIA AKMALUNNISA WICAKSONO
Puisi Sorga Chairil Anwar
Puisi Merdeka karya Chairil Anwar
Puisi Hukum karya Chairil Anwar
Chairil Anwar
| Makna Puisi Aku Berkisar Antara Mereka Karya Chairil Anwar, Sebuah Potret Eksistensi Sosial |
|
|---|
| Makna Puisi Tuti Artic Karya Chairil Anwar, Sebuah Kisah Cinta yang Fana |
|
|---|
| Arti dan Makna Puisi Senangnya Shalat Tarawih Karya Chairil Anwar |
|
|---|
| Arti dan Makna Puisi “Di Masjid” karya Chairil Anwar |
|
|---|
| 11 Puisi Cinta Chairil Anwar: Ungkapan Berbunga-Bunga hingga Mati Rasa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/6-Kumpulan-Puisi-Hari-Pahlawan-Karya-Chairil-Anwar-Salah-Satunya-Persetujuan-dengan-Bung-Karno.jpg)