Berita Bisnis Terkini

Ini Alasan Investor Pilih Investasi Properti di DIY

Predikat kota pendidikan dan kota pariwisata juga menarik bagi investor untuk investasi properti di DIY.

Tayang:
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
glynniscoxrealtor.com
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani


TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih menarik bagi investor untuk melakukan investasi properti. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Realestat Indonesia (REI) DIY, Ilham Muhammad Nur.


Ilham mengungkapkan properti merupakan salah satu instrumen investasi, baik berupa tanah maupun rumah. Pada semester I 2024, investasi properti di DIY masih diminati.


“Porsinya berimbang, antara hunian dan investasi. Minat untuk investasi (properti) masih ada. Karena properti kan salah satu instrumen investasi, selain instrumen lainnya,” ungkapnya, Rabu (24/07/2024).


Ia menerangkan DIY menarik untuk investasi karena masyarakatnya terbuka dengan pendatang, yng menjadikan DIY heterogen. Lalu, DIY juga sering menjadi tempat kegiatan-kegiatan nasional.


Predikat kota pendidikan dan kota pariwisata juga menarik bagi investor untuk investasi properti di DIY.


Menurut dia, harga properti di DIY tidak memengaruhi investor untuk berinvestasi. Sebab investor lebih melihat prospek investasi.


“Kalau soal harga, segmentasi mengikuti. Misal properti di tengah kota, tetapi bukan di Jogja (Kota Yogyakarta) harganya murah. Lalu ada di pojokan Jogja (Kota Yogyakarta) harganya tinggi, tetapi prospek investasinya menarik. Investor pasti milih yang di Jogja (harga tinggi),” terangnya.


Wilayah Kota Yogyakarta memang masih menjadi magnet untuk investasi karena sentral. Namun, pasokan properti juga semakin sedikit. Selain Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman juga masih menjadi lokasi yang diincar investor.


“Yang ke depan didesain untuk berkembang (pemukiman) itu ke arah barat, mulai Jalan Wates, Sedayu, mungkin sampai Sentolo. Karena didesain pemerintah terhubung aerocity bandara (YIA),” ujarnya.


“Kalau tol jadi, itu kan untuk percepatan aktivitas antar orang, antar barang. Di sisi pengembangan kawasan perkotaan atau pemukiman, akan berkembang ke arah. Ya meskipun daerah timur juga ada pengembangan juga, tetapi mungkin berbeda konsep,” imbuhnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved