Berita Gunungkidul Hari Ini
Meski Kemarau, Pakan Ternak Hijauan di Gunungkidul Masih Aman
DPKH Kabupaten Gunungkidul memastikan musim kemarau ini belum berdampak signifikan terhadap pemenuhan Hijauan Pakan Ternak (HPT).
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Gunungkidul memastikan musim kemarau ini belum berdampak signifikan terhadap pemenuhan Hijauan Pakan Ternak (HPT).
Kepala Bidang Sarana Prasarana DPKH Gunungkidul Suseno Budi Sulistiyanto mengatakan, sejauh ini ketersediaan pakan ternak masih aman di wilayahnya masih dalam kondisi aman.
"Mengenai ketersediaan pakan hijauan sepertinya masih mencukupi. Terbukti belum banyak truk tebon yang memasok pakan ternak dari luar daerah masuk ke wilayah Gunungkidul,"ujarnya saat dikonfirmasi pada Minggu (14/7/2023).
Dia menuturkan, saat ini juga banyak pilihan yang digunakan sebagai sumber pakan ternak.
Apalagi, sudah ada teknologi silase Hijauan Makanan Ternak (HMT) yang dikelola oleh masyarakat di bank pakan ternak.
"Pakan silase ini adalah hasil pengawetan hijauan, rumput-rumputan atau limbah pertanian dalam bentuk segar untuk membantu peternak menjaga ketersediaan pakan. Teknologi ini sangat membantu kesulitan pakan, bila dibandingkan beberapa tahun lalu, setiap musim kemarau sangat sulit mencari pakan kalau sekarang peternak lebih siap,"ucapnya.
Dia menuturkan, setidaknya sudah ada sembilan bank pakan ternak di Kabupaten Gunungkidul. Mulai dari Kalurahan Sawahan, Kalurahan Sumberwungu, Kalurahan Bleberan, Kalurahan Ngawu, Kalurahan Ngleri, Kalurahan Banaran, Kalurahan Ngalang, dan Kalurahan Sampang.
"Lewat bank pakan ternak inilah menjaga ketersediaan pakan ternak terutama saat musim kemarau,"ujarnya.
Sementara itu, Mino (53) penjual pakan hijauan mengaku saat ini permintaan pakan ternak belum terjadi peningkatan.
"Kalau sekarang masih biasa saja (permintaan) kemungkinan akan ada peningkatan pas puncak kemarau nanti itu sekitar pertengahan Agustus,"ujarnya.
Dia menuturkan, biasanya jika sudah memasuki puncak musim kemarau permintaan pakan hijauan bisa naik hingga dua kali lipat.
"Kalau sekarang kan, paling banyak bisa terjual 100 ikat per harinya kalau mendekati puncak kemarau nanti bisa tembus 200-300 ikat. Dan, harganya biasanya juga naik, kalau biasa kan Rp10 ribu per ikatnya kalau nanti bisa sampai Rp15 per ikatnya," urainya. ( Tribunjogja.com )
| Pemkab Gunungkidul Usulkan Kalurahan Songobayu Jadi Kampung Nelayan Merah Putih |
|
|---|
| Polres Gunungkidul bersama BKSDA DIY Tanam 2400 Pohon untuk Makanan MEP |
|
|---|
| Libur Nataru, Dispar Gunungkidul Targetkan 101 Ribu Kunjungan Wisatawan |
|
|---|
| Kuatkan Diseminasi Informasi, Pemkab Gunungkidul bersama LPP RRI Jalin Sinkronisasi Media |
|
|---|
| Pemkab Gunungkidul Gelar Konser Kebangsaan Pentas Bhinneka Tunggal Ika |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Meski-Kemarau-Pakan-Ternak-Hijauan-di-Gunungkidul-Masih-Aman.jpg)