Berita Gunungkidul Hari Ini

Meski Kemarau, Pakan Ternak Hijauan di Gunungkidul Masih Aman

DPKH Kabupaten Gunungkidul memastikan musim kemarau ini  belum berdampak signifikan terhadap pemenuhan Hijauan Pakan Ternak (HPT).

Tayang:
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja.com/Nanda Sagita
Mino, pedagang pakan hijauan saat menjajakan dagangannya di Gunungkidul, Minggu (14/7/2024). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Gunungkidul memastikan musim kemarau ini  belum berdampak signifikan terhadap pemenuhan Hijauan Pakan Ternak (HPT).

Kepala Bidang Sarana Prasarana DPKH Gunungkidul Suseno Budi Sulistiyanto mengatakan, sejauh ini ketersediaan pakan ternak masih aman di wilayahnya masih dalam kondisi aman.

"Mengenai ketersediaan pakan hijauan sepertinya masih mencukupi. Terbukti belum banyak truk tebon  yang memasok pakan ternak dari luar daerah   masuk ke wilayah Gunungkidul,"ujarnya saat dikonfirmasi pada Minggu (14/7/2023).

Dia menuturkan, saat ini juga banyak pilihan yang digunakan sebagai sumber pakan ternak.

Apalagi,  sudah ada  teknologi silase Hijauan Makanan Ternak (HMT) yang dikelola oleh masyarakat di bank pakan ternak.

"Pakan silase ini adalah hasil pengawetan hijauan, rumput-rumputan atau limbah pertanian dalam bentuk segar untuk membantu peternak menjaga ketersediaan pakan. Teknologi ini sangat membantu kesulitan pakan, bila dibandingkan beberapa tahun lalu, setiap musim kemarau sangat sulit mencari pakan kalau sekarang peternak lebih siap,"ucapnya.

Dia menuturkan, setidaknya sudah ada sembilan bank pakan ternak di Kabupaten Gunungkidul. Mulai dari Kalurahan Sawahan, Kalurahan Sumberwungu, Kalurahan Bleberan, Kalurahan Ngawu, Kalurahan Ngleri, Kalurahan Banaran, Kalurahan Ngalang, dan Kalurahan Sampang.

"Lewat bank pakan ternak inilah menjaga ketersediaan pakan ternak terutama saat musim kemarau,"ujarnya.

Sementara itu, Mino (53) penjual pakan hijauan mengaku saat ini permintaan pakan ternak belum terjadi peningkatan.

"Kalau sekarang masih biasa saja (permintaan) kemungkinan akan ada peningkatan pas puncak kemarau nanti itu sekitar pertengahan Agustus,"ujarnya.

Dia menuturkan, biasanya jika sudah memasuki puncak musim kemarau permintaan pakan hijauan bisa naik hingga dua kali lipat.

"Kalau sekarang kan, paling banyak bisa terjual 100 ikat per harinya kalau mendekati puncak kemarau nanti bisa tembus 200-300 ikat. Dan,  harganya biasanya juga naik, kalau biasa kan Rp10 ribu per ikatnya kalau nanti bisa sampai Rp15 per ikatnya," urainya. ( Tribunjogja.com

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved