Berita BisnisTerkini
PT Madubaru Kenalkan Pupuk Cair Madukismo 'Pucamadu'
PT Madubaru, perusahaan agroindustri ternama di Yogyakarta, selama ini dikenal luas berkat produk gula pasirnya.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM- PT Madubaru, perusahaan agroindustri ternama di Yogyakarta, selama ini dikenal luas berkat produk gula pasirnya.
Akan tetapi di tengah berbagai tantangan yang dihadapi, seperti kenaikan bahan baku tetes, distribusi pupuk hayati cair Ex Vinasse yang semakin rumit dan berkurangnya lahan tebu, Madubaru menunjukkan kegigihannya dengan memproduksi dan memasarkan pupuk hayati majemuk yakni Pupuk Cair Madukismo (Pucamadu).
Langkah diversifikasi ini tak hanya menunjukkan kegigihan Madubaru, tetapi juga menjadi bukti kemampuan mereka dalam beradaptasi dengan perubahan.
Pucamadu, pupuk hayati majemuk dalam kemasan 1 liter, ditawarkan baik secara retail maupun melalui proyek-proyek instansi dan pemerintah.
"Upaya diversifikasi ini terbukti membuahkan hasil yang positif. Pada periode 2023 hingga November, penjualan Pucamadu botol mencapai 278.793 liter dengan nilai mencapai 15,6 miliar rupiah," terang Kepala Unit Alkohol & Pupuk PT Madubaru, Iwantara, Kamis (11/7).
Pada tahun 2024, peluang penjualan Pucamadu masih terbuka lebar, terutama untuk proyek-proyek APBN dan APBD.
PT Madubaru optimis Pucamadu akan terus mendapatkan tempat di hati para petani, sebagai solusi pupuk yang ramah lingkungan dan bermanfaat bagi tanaman.
Adapun harga Pucamadu bervariasi tergantung wilayah dan distributor, namun secara umum harganya berkisar antara Rp 70-an ribu per liter.
Dibandingkan dengan pupuk kimia, harga Pucamadu terbilang lebih terjangkau. Selain itu, Pucamadu menawarkan banyak manfaat bagi tanaman, sepert meningkatkan kesuburan tanah, membantu pertumbuhan tanaman, meningkatkan hasil panen serta memperkuat ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit.
Harga Pucamadu yang terjangkau diharapkan dapat membantu petani dalam meningkatkan hasil panen dengan biaya yang lebih efisien. Hal ini sejalan dengan komitmen PT Madubaru yang sebagian besar sahamnya dimiliki Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Lebih lanjut dijelaskannya, pemasaran PHC Pucamadu pada tahun 2023 tersebar lebih dari 16 daerah di antaranya Bandung Barat, Sumedang, dan sejumlah daerah lainnya hingga Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.
Sementara untuk wilayah DIY, ia mengungkapkan bahwa PHC Pucamadu banyak digunakan oleh petani di sepanjang pantai selatan, terutama untuk komoditas cabai dan terong.
Dalam kesempatan yang sama, Formulator pupuk sekaligus Direktur PT Bumi Tani Agung Sakti, Sigit Agus Himawan, menjelaskan bahwa Pucamadu masih dikenal masyarakat Bantul sebagai limbah alkohol yang meresahkan sebelum tahun 2016.
Namun, proses hilirisasi limbah tersebut diolah menjadi pupuk hayati yang ramah lingkungan dan bermanfaat bagi tanaman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/PT-Madubaru-Kenalkan-Pupuk-Cair-Madukismo.jpg)