Malam 1 Suro di Jogja
INFO Acara Ritual Malam 1 Suro di Jogja dari Mubeng Beteng hingga Jenang Suran
Berikut info ritual malam satu suro atau 1 suro di DI Yogyakarta atau Jogja mulai dari Sabtu 6 Juli 2024 - Minggu 7 Juli 2024.
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Bunga Kartikasari
Pukul: 09:00 WIB
Lokasi: Pantai Goa Cemara
Alamat: Jl. Lintas Sel., Patihan, Gadingsari, Kec. Sanden, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55763
Google Map Lokasi Labuan Pantai Goa Cemara 2024: https://maps.app.goo.gl/RB5JstpCwjUrJXDy6
3. Jenang Suran
Menyambut Tahun Baru Islam 1445 Hijriah, malam 1 Muharram atau malam 1 Suro, Abdi Dalem Juru Kunci di Makam Raja-Raja Mataram Kotagede menggelar tradisi ‘Jenang Suran’.
Tradisi tersebut digelar di Makam Raja-Raja Mataram, Jagalan, Banguntapan, Bantul.
Acara ini diadakan tiap peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam.
Mengutip laman resmi Dinas Kebudayaan Yogyakarta, tradisi tersebut telah dilakukan sejak masa kerajaan Mangkunegara IV.
Tradisi jenang suran ini dilaksanakan oleh para Abdi Dalem di Kotagede di Pelataran Kompleks Makam Raja-raja Mataram Kotagede yang berada di Jagalan, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul.
Inti dari prosesi tradisi ini adalah pemanjatan doa-doa atau tahlilan di kompleks makam kerajaan.
Namun sebelum itu, para Abdi Dalem akan melakukan prosesi berupa arak-arakan ubo rampe yang terdiri dari jenang suran, tumpeng nasi kuning, sayur kari kubis, serta ingkung ayam kampung.
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan melantunkan selawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta zikir dan doa di depan pintu gerbang utama makam dari Panembahan Senopati.
Di akhir tradisi ini, para Abdi Dalem akan membagikan jenang suran kepada masyarakat yang mengikuti prosesi dari awal hingga akhir.
Sebagian masyarakat menganggap jenang yang dibagikan sebagai berkah dalam menyambut malam 1 Suro.
Jadwal Acara Jenang Suran Malam 1 Suro di Makam Raja-Raja Mataram Kotagede
Waktu: Sabtu 6 Juli 2024
Pukul: 22:30 WIB
Lokasi: Makam Raja-Raja Mataram Kotagede
Alamat: Jl. Masjid Besar Mataram, Sayangan, Jagalan, Banguntapan, Bantul Regency, Special Region of Yogyakarta 55192
Google Map Lokasi Jenang Suran Malam 1 Suro: https://maps.app.goo.gl/1ijqmLF7MVqA9kre7
Ritual Tradisi Malam 1 Suro di Indonesia
1. Kirab Kebo Bule - Surakarta
Salah satu tradisi menyambut malam Satu Suro yang dikenal oleh masyarakat adalah arak-arakan atau kirab hewan kerba yangbernama Kebo Bule atau Kebo Kiai Slamet.
Dilansir Tribunjogja.com dari laman Gramdia, kirab Kebo Bule merupakan tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Surakarta.
Menurut tradisi Tahun Baru Islam, beberapa kebo bule (kerbau putih) diarak keliling kota.
Masyarakat Surakarta percaya bahwa kerbau ini merupakan keturunan Kebo Bule Kyai Slamet dan dianggap keramat.
Kenapa harus kerbau? Dikutip dari laman Kompas.com, leluhur hewan kerbau yang kulitnya berwarna putih kemerahan itu, dulunya merupakan hewan kesayangan Paku Buwono II.
2. Jamasan Pusaka atau Ngumbah Keris - Yogyakarta, Surakarta
Malam Satu Suro dikenal masyarakat Jawa sebagai malam sakaral.
Jamasan pusaka merupakan ritual mencuci benda pusaka pada bulan Suro.
Tradisi ini masih dilestarikan oleh Keraton Yogyakarta, Keraton Surakarta Hadiningrat, dan Pura Mangkunegaran.
Pada Keraton Yogyakarta, ritual jamasan pusaka ini tidak harus dilakukan pada satu Suro atau awal tahun.
Jamasan pusaka dapat digelar sepanjang bulan Suro.
Ritual mencuci benda pusaka ini memiliki makna tersendiri, yaitu membersihkan diri menyambut masa yang akan datang.
Namun, jamasan pusaka ini umumnya digelar secara tertutup, alias tidak bisa dilihat oleh masyarakat umum.
Pusaka meliputi senjata, kereta perang, perlengkapan berkuda, bendera, tumbuh-tumbuhan, gamelan, ijuk (aksara) dan lain-lain.
Hal yang ditekankan dalam penamaan benda-benda pusaka ini adalah berdasarkan peranannya dalam sejarah keraton (fungsi benda-benda tersebut pada masa lampau).
Jamasan-pusaka yang terkait dengan tujuan ini dilakukan untuk menghormati dan menjaga semua warisan keraton.
Namun menurut website Kraton Jogja, ada dua aspek pelaksanaan Heritage Jamasan, yaitu teknis dan spiritual.
Secara teknis, tradisi ini untuk menangani benda-benda yang bisa dikatakan warisan dari masa lampau.
Sementara itu, masyarakat Jawa menyambut sisi spiritual dengan datangnya Malam Satu Suro.
3. Upacara Tabot - Bengkulu
Sementara di Bengkulu, Tahun Baru Islam ini menjadi hari peringatan wafatnya Husein bin Ali Abu Thalib, cucu Nabi Muhammad SAW.
Upacara ini dipengaruhi oleh upacara Karbala Iran.
Syekh Burhanuddin yang juga dikenal sebagai Imam Senggolo telah menyelenggarakan perayaan tahun baru Islam ini sejak tahun 1685.
Masyarakat percaya bahwa bencana dan kemalangan akan menimpa mereka jika tidak merayakan Tahun Baru Islam ini.
4. Ledug Suro - Magetan
Kemudian, di Magetan, Jawa Timur setiap 1 Suro masyarakat melestarikan tradisi Ledug Suro dengan “Ngalub berkah Bolu Rahayu”.
Upacara diawali dengan karnaval Nayoko Projo dan Bolu Rahayu yang kemudian menjadi sasaran tawuran warga sekitar.
Warga percaya kue Tahu bisa membawa keberuntungan dan berkah.
5. Nganggung - Bangka Belitung
Bila di Jawa ada Mubeng Beteng, Kirab Kebo Bule, Kirab Pusakadalem hingga Sedekah Laut, di Bangka Belitung ada yang namanya Nganggung.
Biasanya, umat Islam merayakan tradisi Nganggung berarti makan bersama dalam bahasa setempat.
Warga mengadakan acara makan bersama.
Seperti perayaan Idul Fitri dan Idul Adha, pertemuan tersebut dinaikkan menjadi tradisi Tahun Baru Islam.
Warga dari seluruh Bangka berdatangan untuk bersilaturahmi dan berkunjung ke rumah warga.
Bagi tuan rumah, semakin banyak tamu yang datang, semakin banyak pula harta benda yang didapatnya.
Makanan mirip Idul Fitri disajikan untuk menjamu tamu.
6. Barikan - Pati
Di Pati, setiap 1 Suro-an, ada yang namanya tradisi Barikan.
Tradisi ini merupakan hajatan masyarakat.
Rombongan membawa suplemen dari rumah kemudian kami berdoa bersama. Makanan yang didoakan dimakan bersama.
Berbagi lauk pauk adalah suatu keharusan selama festival ini.
Itulah Tradisi Malam Satu Suro yang masih dilestarikan baik di Yogyakarta, Surakarta, Magetan, Pati hingga Bangka Belitung.
( Tribunjogja.com / Bunga Kartikasari )
Malam 1 Suro
ritual malam 1 suro
Kirab Malam 1 Suro
Tradisi 1 Suro di Yogyakarta
1 Suro
Malam Satu Suro
1 Muharram 1445 H
Tahun Baru Islam
Mubeng Beteng
Tapa Bisu
Labuhan Pantai Goa Cemara
Jenang Suran
TribunEvergreen
| Jadwal dan Rute Kirab 1 Suro 2025 di Solo: Tradisi Pusaka Mangkunegaran dan Keraton Kasunanan |
|
|---|
| JADWAL Malam 1 Suro di Jogja Hari Ini Kamis 26 Juni 2025: Mubeng Beteng Lampah Ratri Jenang Suran |
|
|---|
| 5 RANGKAIAN RITUAL Malam 1 Suro di Jogja: Ada Tapa Bisu, Jamasan Pusaka, Lampah Ratri, Jenang Suran |
|
|---|
| INFO Lampah Budaya Mubeng Beteng Malam 1 Suro Kraton Jogja 26 Juni 2025 Tepat Malam Jumat Kliwon |
|
|---|
| INFO Acara Ritual Mubeng Beteng Malam 1 Suro Besok Kamis 26 Juni 2025 di Jogja, Cek Jadwalnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Suasan-Labuhan-Pantai-Goa-Cemara.jpg)