DIY Mengalami Deflasi Dua Bulan Berturut-turut 

Pada Mei 2024 lalu,BPS mencatat DIY mengalami deflasi 0,08 persen. Sedangkan pada Juni 2024, DIY mengalami deflasi sebesar 0,25 persen.

Istimewa
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Herum Fajar wati memberikan informasi perkembangan inflasi DIY, Senin (01/07/2024). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Selama dua bulan berturut-turut Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami deflasi.

Pada Mei 2024 lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat DIY mengalami deflasi 0,08 persen. Sedangkan pada Juni 2024, DIY mengalami deflasi sebesar 0,25 persen.

Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati mengatakan dengan adanya deflasi 0,25 persen, maka inflasi tahun ke tahun atau year on year (yoy) menjadi 2,35 persen. Sedangkan inflasi tahun kalender atau year to date (ytd) sebesar 0,56.

“Inflasi masih relatif rendah, masih terjaga pada kisarannya,” katanya dalam keterangan daring, Senin (01/07/2024).

Berdasarkan kelompok pengeluaran, ada dua kelompok yang mengalami deflasi cukup besar. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami deflasi 1,07 persen, dengan andil 0,31 persen.

Kelompok selanjutnya adalah informasi komunikasi, dan jasa keuangan yang mengalami deflasi 0,09 persen, dengan andil deflasi 0,01 persen.

“Meskipun ada kelompok yang mengalami inflasi, tetapi tidak dapat membendung deflasi di DIY,” terangnya.

Baca juga: Manfaatkan Tanah Kas, KWT Ngupoyo Boga Berdaya Melalui Budidaya Ayam Petelur, Timun Baby dan Talas

Herum mengungkapkan ada beberapa komoditas yang menghambat inflasi pada Juni 2024. Komoditas memberikan andil deflasi yang cukup besar yaitu 0,13 persen.

Hal itu karena harga beras terus menurun dari awal Juni, meski pada akhir Juni sempat mengalami kenaikan.

Komoditas lainnya yang menghambat inflasi ialah bawang merah dan telur ayam ras dengan andil deflasi masing-masing 0,03 persen. Kemudian daging ayam ras dan tomat memberikan andil deflasi 0,02 persen.

“Kemudian kangkung, bawang putih, bayam, nangka muda, terong juga mengalami deflasi, dengan andil 0,01 persen,” ungkapnya.

Sedangkan komoditas yang mendorong inflasi pada Juni 2024 ialah cabai rawit dengan andil inflasi 0,02 persen. Kemudian cabai merah, buncis, seragam sekolah anak, dan bahan bakar rumah tangga masing-masing memberikan andil inflasi 0,01 persen.

Ia melanjutkan inflasi tahun ke tahun pada Juni 2024 ini sedikit lebih tinggi dibandingkan Mei 2024. Pada Juni 2024, inflasi (yoy) sebesar 2,35 persen. Sedangkan pada Mei 2024 sedikit lebih rendah, yaitu 2,28 persen.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tahun ke tahun Juni 2024 disumbang oleh perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mengalami inflasi 5,25 persen, dengan andil inflasi 0,31 persen.

Kelompok selanjutnya adalah makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 5,32 persen, dengan andil inflasi 1,44 persen.

“Untuk kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya ini dipengaruhi oleh kenaikan harga emas. Karena kita tahu saat ini harga emas terus bergerak naik,” imbuhnya. (maw)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved