Serie A

AC MILAN: Dilema Transfer Rafael Leao. . .

Beberapa sumber di Italia dan Portugal mengklaim Rafael Leao telah menarik minat dari tim Liga Pro Saudi.

Tayang:
Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
LOIC VENANCE / AFP
Arthur Theate vs Rafael Leao di Liga Eropa antara Rennes vs AC Milan di Stadion Roazhon Park di Rennes, Prancis barat, pada bulan Februari 22 Agustus 2024. 

“Terkadang, dia ( Rafael Leao ) harus dipukuli. Jika dia bersamaku, aku akan memukulinya setiap hari.”

Seperti diketahui, banyak pemain yang pernah bekerja bersamanya, menyebut Ancelotti sudah seperti seorang ayah.

“Saya hanya bertindak alami dan saya menghormati semua orang,” kata sang pelatih.

“Bagi saya, hubungan pribadi lebih penting daripada hubungan profesional, dan ini ada manfaatnya.

“Jika ruang ganti tidak berfungsi, itu berarti kami telah melakukan beberapa kesalahan.”

Saran Ruud Gullit untuk Leao

Duta EURO2020 dan mantan pemain sepak bola Belanda Ruud Gullit mengangkat secarik kertas setelah menarik Kroasia dari pot saat pengundian final kompetisi sepak bola UEFA Euro 2020 di Bucharest pada 30 November 2019.
Duta EURO2020 dan mantan pemain sepak bola Belanda Ruud Gullit mengangkat secarik kertas setelah menarik Kroasia dari pot saat pengundian final kompetisi sepak bola UEFA Euro 2020 di Bucharest pada 30 November 2019. (Fabrice COFFRINI / AFP)

Legenda AC Milan Ruud Gullit menegaskan Rafael Leao harus mendapatkan pengalaman sebanyak mungkin dan terus melakukan tugasnya.

Gullit, pemenang Ballon d’Or dan dua kali Liga Champions di AC Milan, berbicara dengan reporter Italia Carlo Pellegatti dan menjawab pertanyaan tentang bintang Rossoneri, Rafael Leao.

Penyerang Portugal ini mengalami pasang surut musim ini tetapi masih berkontribusi pada 16 gol di semua kompetisi pada 2023-2024.

“Dia harus terus melakukan apa yang dia lakukan, semakin banyak pengalaman yang dia dapatkan, semakin baik,” ujar mantan gelandang Belanda itu seperti dikutip MilanNews.

“Dia ( Rafael Leao ) adalah pemain yang bisa membantu AC Milan memperjuangkan gelar meski musim ini berbeda karena Inter Milan tampil sangat baik.”

Gullit bergabung dengan rekan senegaranya Marco Van Basten dan Frank Rijkaard, dua legenda AC Milan lainnya, bagian dari salah satu tim terbaik sepanjang masa.

“Itu adalah era yang berbeda. Setiap klub Serie A punya tiga juara, sekarang kami harus berjuang melawan uang yang datang dari Inggris, dan itu sulit,” aku Gullit.

“Saat ini, banyak pemain kulit hitam berada di negara lain.”

Gullit mencetak 56 gol dalam 171 pertandingan bersama AC Milan.

Mantan gelandang Belanda ini juga menghabiskan satu musim di Sampdoria di Serie A sebelum bermain untuk Chelsea di tiga tahun terakhir karirnya.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved