Berita di DI Yogyakarta Hari Ini
Rakereg KLHK di Jawa: Fokus Bahas Perubahan Iklim dan Kerusakan Lingkungan
Tema rakereg di Jawa kali ini fokus pada pemulihan lingkungan dan ekosistem di Pulau Jawa agar bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Perubahan iklim, polusi udara akibat pencemaran dan perusakan serta kepunahan keanekaragaman hayati menjadi tiga fokus penting yang dibahas dalam Rapat Kerja Regional (Rakereg) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Rabu dan Kamis 26-27 Juni 2024.
Agenda tersebut diselenggarakan oleh Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (P3E Jawa) KLHK dengan tema Akselerasi Kebijakan Pemulihan Lingkungan Berbasis Kelestarian Hutan di Ekoregion Jawa.
Sekretaris Jenderal KLHK, Bambang Hendroyono mengatakan, rakereg seperti ini juga digelar bersamaan di Indonesia.
Sedangkan, tema rakereg di Jawa kali ini fokus pada pemulihan lingkungan dan ekosistem di Pulau Jawa agar bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.
"Kita mengedepankan memang keberlanjutan landscape bentang alam dan kita berharap memang lokal area, atmosfer, udara, air, laut, kemudian keanekaragaman hayati itu menjadi bagian penting dan bagaimana menjamin itu semua untuk kesehatan, keselamatan, mutu kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat," kata Bambang, ditemui di sela agenda, di Royal Ambarrukmo Yogyakarta , Rabu (26/6/2024).
Dia menjelaskan, pemangku kepentingan di Jawa pun hadir dalam agenda tersebut sebagai bentuk penguatan sinergitas dan kolaborasi antarstakeholder agar mewujudkan pemulihan lingkungan bersama.
Baca juga: DIY Dukung Upaya Pelestarian Lingkungan Demi Mewujudkan Peradaban Ekologis
Bambang tidak menampik ada sejumlah tantangan dalam upaya menghadapi hal-hal tersebut, khususnya tentang kesejahteraan masyarakat yang berkaitan dengan peningkatan pendapatan rakyat.
Di satu sisi jumlah penduduk yang terus bertambah dari waktu ke waktu. Sementara itu, kondisi lingkungan tetap harus dijaga agar tetap memberi manfaat bagi masyarakat.
"Bagaimana penutupan hutan dan lahannya ini harus terus meningkat karena pada akhirnya proses dan fungsi dan produktivitas itu harus tetap satu kesatuan dan bagaimana tantangannya tidak ada lagi tumpang tindih areal, tidak ada lagi konflik, tidak ada lagi benturan kepentingan," ujar dia.
Tantangan lain, kata Bambang adalah penyusunan rencana pembangunan jangka panjang nasional yang kedua. Rencana pertama, 2005-2024, telah usai dan harus segera ada rencana terbaru.
"Menuju Indonesia Maju 2045 tantangannya bagaimana rencana pembangunan jangka panjang nasional kedua 20 tahun kemudian dan tantangannya lagi bagaimana rencana pembangunan jangka menengah yang pertama bisa kita kerjakan secara terintegrasi," tutupnya.
Kepala P3E Jawa Dr. Abdul Muin,M.Si, sebagai penyelenggara kegiatan, mengatakan, tujuan dari rakereg ini adalah membangun sinergitas multipihak pentahelix dalam penyelenggaraan lingkungan hidup dan kehutanan antara pemerintah, akademisi, pengusaha, komunitas, dan media.
Selain itu, lanjut dia, melakukan pemantapan milestone dan corrective actions dalam akselerasi pemulihan lingkungan berbasis kelestarian hutan di Ekoregion Jawa yang dimulai dari tahapan perencanaan, implementasi kebijakan, aksi nyata di lapangan serta inovasi-inovasi best practices yang telah dikembangkan.
“Kegiatan ini juga dalam rangka memfasilitasi koordinasi dan sinkronisasi kebijakan, rencana, dan program, serta kegiatan demi terciptanya kolaborasi upaya pemulihan lingkungan berbasis kelestarian hutan di Ekoregion Jawa,” tambah Abdul. ( Tribunjogja.com )
| Jogja Book Fair 2024, Modal Jogja Menuju Kota Buku Nasional |
|
|---|
| Ojol Yogyakarta Tuntut Kenaikan Tarif dan Regulasi yang Lebih Adil, Pemda DIY Siap Fasilitasi |
|
|---|
| Sekda DIY: Posisi Yogyakarta bisa Sebagai Pusat Inovasi Sektor Gizi |
|
|---|
| Sri Sultan HB X Tak Suka Diistimewakan, Pilih Tanpa Pengawalan di Jalan Raya |
|
|---|
| Pameran Komik Perempuan 'Daya Dara' Digelar di Bentara Budaya Yogyakarta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Rakereg-KLHK-di-Jawa-Fokus-Bahas-Perubahan-Iklim-dan-Kerusakan-Lingkungan.jpg)