Renungan Harian

Renungan Harian Kamis 20 Juni 2024 : Perasaan Tumpul dan Perbuatan yang Tercemar

Dengan menjadwalkan membaca dan merenungkan Alkitab setiap pagi sebelum beraktivitas atau malam untuk saat teduh, maka kita bisa bertumbuh dalam iman

Penulis: Santo Ari | Editor: Joko Widiyarso
PEXELS/Tima Miroshnichenko
Foto Ilustrasi Alkitab 

TRIBUNJOGJA.COM - Umat Kristiani bisa mendapatkan bimbingan, kekuatan, dan ketenangan yang dibutuhkan dalam menjalani hidup, salah satunya melalui membaca firman Tuhan.

Dengan menjadwalkan membaca dan merenungkan Alkitab setiap pagi sebelum beraktivitas atau malam untuk saat teduh, maka kita bisa terus bertumbuh dalam iman dan semakin dekat dengan Tuhan.

Bacaan

Dikuti dari laman renunganharian.net, saat teduh atau renungan harian kali ini diambil dari EFESUS 4:17-32

“Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan dengan serakah mengerjakan segala macam perbuatan cemar.” (Efesus 4:19)

Renungan

Dalam menjalani kehidupan ini, kita mungkin pernah mendengar orang berkata, "Sungguh orang itu seperti tak punya perasaan!"

Biasanya ungkapan itu ditujukan kepada orang yang dianggap mengucapkan atau melakukan sesuatu yang melukai perasaan orang lain atau mengakibatkan kerugian dan penderitaan bagi sesamanya.

Baca juga: Santo dan Santa Pelindung Hari ini 20 Juni 2024 : Santo Silverius

Berbicara soal tindakan yang melukai perasaan, bagaimana seharusnya orang percaya menjalani hidup dengan mengacu pada firman Allah?

Nas renungan hari ini menyebutkan adanya perasaan manusia yang tumpul, yang ditunjukkan oleh mereka yang hidup tidak mengenal Allah (ay. 17).

Tanda dari perasaan yang tumpul itu sedikitnya ada dua, Pertama, mereka akan menyerahkan diri kepada hawa nafsu. Apa pun yang mereka kerjakan, fokusnya hanyalah untuk memenuhi hawa nafsu, yang tentu bertentangan dengan firman Allah.

Kedua, mereka mengerjakan segala macam bentuk kecemaran hidup dengan serakah—bisa diartikan di luar batas kewajaran.

Mampukah kita selaku orang percaya menjauhkan diri dari keadaan ini, sebagai tanda bahwa kita tidak mengalami perasaan yang tumpul?

Tentu saja bisa, ketika kita dapat menerapkan tiga perkara ini: belajar mengenal Kristus, dibaharui dalam roh dan pikiran, serta belajar hidup sebagai manusia baru (ay. 20-24).

Nah, sebelum mengakhiri renungan ini, mari adakan evaluasi singkat dengan menanyakan dua perkara ini: "Apakah hidup saya sedang dikuasai hawa nafsu? Apakah saya sedang mengerjakan kecemaran hidup?" Jika ya, ini waktunya untuk berbenah diri dan berubah.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved