Tips dan Cara
Bisakah Daging Kurban Diolah Menjadi Steak yang Lezat?
Daging sapi lokal dapat dimasak sebagai steak. Walaupun demikian, tidak semua bagian daging sapi dapat dijadikan steak karena memiliki tekstur alot
Penulis: Santo Ari | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM - Idul Adha identik dengan momen berbagi daging kurban kepada keluarga, tetangga, dan masyarakat yang membutuhkan.
Daging sapi kurban umumnya diolah menjadi berbagai hidangan tradisional seperti rendang, gulai, dan sate.
Sementara steak identik dengan potongan daging sapi berkualitas tinggi yang dimasak dengan tingkat kematangan tertentu.
Biasanya, daging yang digunakan untuk steak adalah bagian tenderloin, sirloin, atau ribeye.
Di dunia maya, banyak yang membagikan pengalamannya membuat steak dari daging kurban, dan hasilnya gagal dan alot.
Namun, bukan berarti daging kurban tidak bisa diolah menjadi steak. Anda cuma perlu mengetahui cara membuatnya yang benar.
Seperti dilansir dari Kompas.com, Chef and Beverage Manager Hotel Grandhika Semarang, Chef Teguh Firmanto menuturkan bahwa daging kurban sebenarnya bisa dibuat steak dari segi rasa.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa daging kurban cenderung aman meskipun berada di suhu ruang selama kurang dari delapan jam dan tidak terkena air.
Baca juga: Daging Meltique, Alternatif Steak Wagyu yang Lebih Terjangkau
Meskipun demikian, Chef Teguh menyarankan agar tidak membuat steak dari daging kambing yang berasal dari Indonesia.
Daging kambing memiliki tekstur yang lebih alot dan liat, sehingga kurang cocok apabila disajikan sebagai steak.
“Untuk kambing, biasanya yang akan diolah menjadi steak ada di bagian dekat iga (chuck). Tapi biasanya kalau di Indonesia bagian chuck cukup kecil,” ujarnya,
Bagi yang menerima dan ingin mengolah daging kambing dan masih ingin medium rare, Chef Teguh menyarankan untuk mengolahnya menjadi sate.
Sementara itu, daging sapi lokal dapat dimasak sebagai steak. Walaupun demikian, tidak semua bagian daging sapi dapat dijadikan steak karena memiliki tekstur yang alot.
Chef Teguh menyarankan agar menggunakan daging bagian sirloin (has luar), tenderloin (has dalam), dan rib eye (daging di sekitar tulang iga). Selain dari tiga bagian itu disarankan untuk dibuat masakan lain karena tetap alot meskipun sudah diusahakan agar empuk.
“Kalau ingin mengolahnya menjadi steak, biasanya menggunakan proses yang natural itu menggunakan proses resting,” katanya.
Proses resting ini nantinya akan membuat otot dari daging sapi akan menjadi lebih lemas dan nantinya lebih empuk.
Untuk proses yang natural, biasanya daging didiamkan selama satu minggu di kulkas pada suhu nol derajat.
Namun, bagi yang ingin langsung mengolahnya menjadi steak, disarankan untuk menggunakan bahan pengempuk alami seperti nanas atau daun pepaya.
Baca juga: Kuliner Hits Jogja, Sate Ratu Yogyakarta yang Diburu Turis Mancanegara
Saran mengolah steak dari daging kurban
Chef Teguh memberikan tips untuk mengolah daging kurban dari sapi untuk dijadikan steak seperti di resto.
Pertama, Anda harus menggunakan bagian daging khusus untuk steak dan berikan bahan pengempuk alami.
Setelah itu, buang bahan yang digunakan untuk pengempuk dan cuci daging hingga tidak ada sisa bahan tersebut.
Apabila sudah bersih, daging dapat dibumbui dengan menggunakan garam dan lada hitam untuk menambah rasa.
“Kalau sudah, baru bisa di-grill (dibakar) di pan yang sudah disediakan,” ungkapnya.
Untuk saus sebagai pendamping steak, Chef Teguh mengatakan bahwa Anda dapat memilihnya sesuai dengan selera. Namun, Chef Teguh menyarankan untuk menggunakan saus BBQ yang cukup umum di lidah masyarakat Indonesia.(*)
Tips Pertolongan Pertama untuk Luka Sederhana Pada Anak, Jangan Ditiup! |
![]() |
---|
Kapan Waktu Terbaik Memberi Ponsel untuk Anak? Perhatikan Usianya Sebelum Memberikan Ponsel ya Bund! |
![]() |
---|
5 Cara Seru Ajak Anak Tumbuh Kreatif dan Percaya Diri Bareng Orang Tua di McKids |
![]() |
---|
Mengenal Investasi SBN Ritel: SBR014 dan Manfaatnya bagi Milenial |
![]() |
---|
Bagaimana Cara Membayar Tilang? Ini 5 Cara Mudah dan Resminya Jangan Salah Kaprah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.