Berita Jogja Hari Ini

Warga Kota Yogya Didorong Minimalisir Timbulan Sampah Selama Momen Iduladha

Penggunaan plastik dalam proses distribusi daging kurban pun diimbau bisa diminimalisir, atau diganti dengan kemasan lain yang mudah terolah.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Yogyakarta meminta masyarakat tidak menambah produksi sampah selama momen Iduladha.

Sehingga, penggunaan plastik dalam proses distribusi daging kurban pun diimbau bisa diminimalisir, atau diganti dengan kemasan lain yang mudah terolah.

Kepala Seksi Bimas Islam Kantor Kemenag Kota Yogyakarta , Saeful Anwar, mengungkapkan, dewasa ini persoalan sampah di wilayahnya belum sepenuhnya tuntas.

Alhasil, tidak hanya saat rangkaian kurban, dalam pelaksanaan salat ied pun pemakaian koran bekas untuk dijadikan alas alangkah baiknya dihindari.

"Makanya, kami imbau, khususnya yang salat ied di tanah lapang, supaya membawa tikar dan sajadah, bukan koran bekas," katanya, Minggu (16/6/2024).

Baca juga: Kenapa Kantong Plastik Kresek Hitam Dilarang untuk Wadah Daging Kurban? Ini Alasannya

Terlebih, di seluruh penjuru Kota Yogyakarta , tercatat ada 195 titik salat Iduladha yang digelar serentak pada Senin (17/5/24), baik di masjid maupun lapangan.

Dengan jumlah jemaah yang mencapai ratusan ribu orang, dapat dipastikan gunungan sampah akan muncul jika imbauan tersebut tidak diindahkan.

"Karena itu, kami juga mendorong supaya panitia penyelenggaraan salat ied bisa mengelola sampah anorganik di tempatnya masing-masing," ujarnya.

Sementara, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta , Sukidi, mengimbau agar penggunaan kantong plastik untuk distribusi daging bisa ditekan.

Selain tidak ramah lingkungan dan berpotensi menambah timbulan sampah , penggunaan plastik untuk menyimpan daging kurban juga berbahaya bagi kesehatan.

"Kami anjurkan tidak menggunakan plastik untuk menyimpan daging di kulkas. Tapi, kalau cuma sekadar untuk membawa, lalu segera dimasak, tidak apa-apa," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved