Liga Inggris
MAN UNITED: Alasan MU Tidak Pecat Erik ten Hag
Manchester United dilaporkan telah memutuskan untuk mempertahankan dengan manajer Erik ten Hag jelang musim 2024-2025.
Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM - Manchester United dilaporkan telah memutuskan untuk mempertahankan dengan manajer Erik ten Hag jelang musim 2024-2025.
Spekulasi terus bermunculan mengenai masa depan pelatih asal Belanda tersebut di Stadion Old Trafford.
Itu bahkan masih terjadi setelah MU memenangkan gelar Piala FA bulan lalu menyusul kemenangan mengesankan atas Manchester City.
Pemilik baru Sir Jim Ratcliffe dan grup INEOS-nya kemudian melakukan tinjauan akhir musim untuk menilai performa Ten Hag.
Dan pada hari Selasa, dilaporkan bahwa Manchester United telah memutuskan untuk mempertahankan pria berusia 54 tahun tersebut di kursi kepelatihan.
Menurut The Telegraph, pemilik memang mempertimbangkan nama enam pelatih top termasuk Mauricio Pochettino, Thomas Frank, Kieran McKenna, Roberto De Zerbi dan Gareth Southgate.
Namun, MU tidak menganggap kandidat mana pun sebagai pengganti untuk mantan pelatih Ajax yang akan mereka pertahankan.
Para petinggi klub juga merasa bahwa pergantian manajer tanpa menunjuk alternatif yang tepat dapat berdampak lebih buruk bagi tim menjelang musim 2024-2025.
Pasalnya, klub berencana membalikkan keadaan dengan membangun kembali skuadnya di bawah pelatih sekarang ini.
Ten Hag akan kembali beraksi bersama timnya pada akhir Juli saat raksasa Inggris itu siap melakukan perjalanan ke AS untuk pramusim.
Ten Hag Bertahan
Erik ten Hag dilaporkan akan tetap menjadi manajer Manchester United setelah tinjauan akhir musim klub.
The Athletic melaporkan mantan pelatih Ajax itu setuju untuk tetap di Setan Merah setelah dewan memutuskan untuk tetap bersamanya.
Laporan itu menambahkan United akan mengadakan diskusi mengenai perpanjangan kontrak pria berusia 54 tahun itu, yang akan berakhir pada musim panas 2025.
Meskipun berada di urutan kedelapan musim ini, dengan rekor finis terendah mereka di Liga Inggris, dan tersingkir di awal Piala Carabao dan Liga Champions, tampaknya kemenangan Ten Hag di Piala FA telah membuatnya tetap bertahan dalam pekerjaannya.
Pelatih asal Belanda ini berulang kali menekankan bahwa daftar cedera panjang yang dialami timnya merugikan hasil mereka dan pemilik minoritas serta bos INEOS Sir Jim Ratcliffe tampaknya terpengaruh oleh hal itu dan kesuksesan piala mereka. Namun, ini mungkin kesempatan terakhir bagi Ten Hag.
| Siapkah Steven Gerrard Gantikan Arne Slot sebagai Pelatih Liverpool? |
|
|---|
| Keputusan Manchester City untuk Rodri di Tengah Minat Real Madrid |
|
|---|
| Efek Transfer Sandro Tonali ke Manchester United bagi Bruno Fernandes |
|
|---|
| Strategi Real Madrid Memboyong Rodri dari Manchester City |
|
|---|
| Para Pemain MU Masih Ingin Harry Maguire Bertahan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Erik-ten-Hag-berbicara-setelah-Liga-Inggris-3-2-Manchester-United-vs-Newcastle.jpg)