Berita Sleman Hari Ini

Ratusan Warga Sleman Ikuti Layanan Pasang KB IUD di RSU Sakina Idaman

Melalui bakti sosial ini, maka cakupan KB melalui metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) yang digulirkan Pemerintah diharapkan semakin meningkat. 

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja.com/Ahmad Syarifudin
Ketua Yayasan Sakina Idaman, Sri Muslimatun, memberikan sambutan di kegiatan Bakti Sosial pelayanan KB sejuta akseptor, khususnya metode kontrasepsi jangka panjang melalui pemasangan IUD yang diselenggarakan di RSU Sakina Idaman, Selasa (4/6/2024) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Ratusan warga Sleman , pasangan usia subur, mengikuti bakti sosial (baksos) pelayanan keluarga berencana (KB) melalui pemasangan IUD di RSU Sakina Idaman , Blunyah Gede, Sinduadi, Mlati, Kabupaten Sleman.

Bakti sosial ini dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 Sakina Idaman dan HUT ke-73 Ikatan Bidan Indonesia, sekaligus menyambut Hari Keluarga Nasional (Harganas) tahun 2024.

Melalui bakti sosial ini, maka cakupan KB melalui metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) yang digulirkan Pemerintah diharapkan semakin meningkat. 

"Sebetulnya hari ini kami melayani 100 akseptor, tapi ternyata baru dua hari dibuka yang mendaftar sudah 128. Jadi hari ini kita akan melayani 128 akseptor IUD khusus pemasangan. Jadi kalau membongkar tidak dilayani. Jadi ini betul-betul mempertahankan akseptor yang sudah habis masa pakainya, lalu kita perbarui atau akseptor baru untuk dijadikan peserta MKJP," kata Ketua Yayasan Sakina Idaman, Sri Muslimatun, Selasa (4/6/2024). 

Menurut dia, bakti sosial ini terselenggara berkat kerjasama antara RSU Sakina Idaman , bersama pengurus daerah Ikatan Bidan (PDIB) DIY dan Forum pemberdayaan perempuan Indonesia (FPPI) DIY.

Tujuannya, sebagai ungkapan rasa kepedulian untuk membantu sesama sekaligus membantu peningkatan cakupan program pelayanan sejuta akseptor yang telah digulirkan pemerintah sejak tahun 2019. 

"Kami ingin berbagi nikmat dengan pasien kami untuk menerima pelayanan MKJP yang dikemas melalui pelayanan KB sejuta akseptor," kata dia. 

Sementara itu, Ketua PD IBI DIY, Sutarti menyampaikan, bidan sejatinya mengemban tugas delegasi pemerintah, yang salah satu tugasnya adalah mensukseskan program Keluarga Berencana di masyarakat.

Karena itu, Ia berharap bakti sosial pelayanan KB IUD yang merupakan metode kontrasepsi jangka panjang di RSU Sakina Idaman dapat benar-benar memberikan pelayanan KB yang berkualitas. 

"Sehingga dikemudikan hari banyak masyarakat yang tertarik pada metode kontrasepsi jangka panjang ini," katanya. 

Sutarti mengungkapkan, kegiatan pelayanan KB sejuta aseptor dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Adapun untuk wilayah DIY ditargetkan ada 21.238 akseptor.

Rinciannya, akseptor suntik 14. 011. Kemudian untuk kontrasepsi pil 3001, akseptor kondom 1.938 dan untuk implan ada 1.134.

Sedangkan untuk pemasangan IUD ada 1.114 dan untuk metode operasi pria (MOP) ada 5 dan 35 target untuk metode operasi wanita. 

Adapun target di Kabupaten Sleman dalam  rangkaian program pelayanan sejuta akseptor untuk akseptor suntik ditargetkan 3.953 orang, akseptor pil 373, akseptor kondom 373, akseptor implan 221 dan untuk akseptor pemasangan IUD di Kabupaten Sleman ditargetkan 297. 

"Alhamdulillah berkat RS Sakina Idaman yang barangkali sudah dikenal di masyarakat, dalam waktu 2-3 hari hari ini, ada 128 untuk pemasangan IUD di sini. Artinya 50 persen target di Kabupaten Sleman sudah tercapai di rumah sakit Sakina idaman ini," kata dia.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved