Peringati Hari Lahir Pancasila, Parade Seni Budaya Lintas Suku Digelar di Sepanjang Jalan Malioboro


Tahun ini, parade turut dimeriahkan oleh drum band Gita Dirgantara Akademi Angkatan Udara Yogyakarta.

Tayang:
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA/Istimewa
Parade Seni dan Budaya Lintas Suku dan Etnis yang digelar di Jalan Malioboro hingga Titik Nol Km, Sabtu (1/6/2024) malam untuk memperingati Hari Lahir Pancasila 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ribuan masyarakat menyemut di Jalan Malioboro, Sabtu (1/6/2024) untuk menonton Parade Seni dan Budaya Lintas Suku dan Etnis.

Parade itu bertujuan untuk memperingati Hari Lahir Pancasila dan digelar sejak pukul 18.15 WIB hingga 21.25 WIB itu dimulai dari halaman DPRD DIY dan selesai di kawasan Titik Nol KM

Agenda tersebut diinisiasi oleh Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Yogyakarta.

Penanggung Jawab FPK Kota Yogyakarta, Paulus Wahyu Susanto, mengatakan FPK Kota Yogyakarta ini dibentuk pada tahun 2016 dan mulai aktif pada 2018 hingga kini.



FPK Kota Yogyakarta ini dibentuk berdasarkan Permendagri No 34 Tahun 2006.

Kepengurusan FPK Kota Yogyakarta saat ini sudah terbentuk di 14 Kemantren dan 45 Kelurahan.

“Tema parade ini adalah Kebersamaan dalam Keberagaman. Parade diikuti oleh kelompok seni dan budaya dari Sumatera Barat, Jawa Barat, Maluku, Sulawesi Tengah, Kepulauan Riau, Papua Tengah, Bali, Kalimantan Timur, DIY dan etnis Tionghoa,” jelas Paulus Wahyu Susanto, S. Sos selaku Ketua FPK Kota Yogyakarta.


Tahun ini, parade turut dimeriahkan oleh drum band Gita Dirgantara Akademi Angkatan Udara Yogyakarta.
 
“Agenda ini dilaksanakan untuk yang kedua kalinya dengan anggaran hibah APBD Kota Yogyakarta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Yogyakarta,” jelas dia.

Baca juga: VIRAL Pengemis Semburkan Asap Rokok ke Wisatawan di Malioboro, Begini Respon Satpol PP Kota Jogja

Lebih lanjut, Paulus menjelaskan, FPK Kota Yogyakarta merupakan bagian penting dari kerukunan nasional dan sebagai upaya dalam meningkatkan kesatuan dan persatuan bangsa.

Adanya forum itu juga sebagai upaya memperkokoh integritas nasional dalam menegakan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila.

Dia mengatakan, Kota Yogyakarta dikenal sebagai kota pelajar, pariwisata dan budaya dengan berkumpulnya berbagai suku dan etnis dari berbagai wilayah terutama para mahasiswa yang menuntut ilmu.


“Situasi itu membuat keberagaman menjadi perhatian agar menjadi aset yang dikelola secara baik sehingga diharapkan secara alami terjadi pembauran suku, ras dan golongan serta etnis baik melalui interaksi secara individu maupun kelompok,” terangnya.

Pj Wali Kota Yogyakarta, Sugeng Purwanto, menambahkan parade seni budaya yang itu adalah bukti nyata dari kebhinekaan bangsa.

Menurutnya, melalui tarian, musik, dan berbagai ekspresi budaya lainnya, kita bisa melihat betapa kayanya warisan budaya yang dimiliki oleh setiap suku dan etnis di Indonesia.

“Setiap penampilan yang disuguhkan bukan hanya hiburan semata, tetapi juga merupakan sarana untuk lebih memahami dan menghargai perbedaan yang ada di antara kita,” jelas dia.

Dengan adanya acara tersebut, Pemkot Yogyakarta berharap dapat mempererat tali persaudaraan dan menumbuhkan rasa cinta kepada tanah air.

“Selain itu, kami juga berharap bahwa kegiatan ini dapat terus menegaskan bahwa masyarakat di Kota Yogyakarta mampu hidup berdampingan dengan harmonis dalam berbagai keragaman,” tukasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved