FC Barcelona

Alasan di Balik Keputusan Barca Pecat Xavi Hernandez

Presiden FC Barcelona Joan Laporta sudah memberi tahu Xavi Hernandez dia tidak akan menjadi pelatih klub musim depan.

|
Penulis: Iwan Al Khasni | Editor: Iwan Al Khasni
uefa.com
Xavi Hernandez 

Tribunjogja.com - Presiden FC Barcelona Joan Laporta sudah memberi tahu Xavi Hernandez dia tidak akan menjadi pelatih klub musim depan.

Dimana penggantinya adalah Hansi Flick, yang mulai bernegosiasi dengan Deco minggu ini.

Komunikasi soal kontrak dengan kubu pelatih asal Jerman belum selesai, namun ketentuan umum sudah disepakati.

Apa yang menyebabkan perubahan begitu cepat Xavi Hernandez dan Barca?

Berikut sejumlah alasan seperti dilaporkan media Spanyol Marca.

Yang pertama adalah awalnya Xavi Hernandez tak dipercaya sepenuhnya oleh Presiden Barca Joan Laporta.

Lantas kenapa dia dijadikan pelatih?

Alasanya saat itu seluruh dunia pendukung Barcelona menyambut kedatangannya setelah kebingungan dan pemecatan Ronald Koeman.

Namun gelar LaLiga yang diraih Xavi di tahun keduanya akhirnya mengubah pemikiran Joan Laporta.

Sayangnya tahun ini mereka tanpa gelar membuat segalanya menjadi sia-sia.

Pernyataan Xavi Hernandez

Pemicu lain  adalah pernyataan Xavi Hernandez yang menyatakan Barca tidak akan mampu bersaing tahun depan dengan Real Madrid atau tim-tim besar Eropa lainnya.

Pernyataan itu membuat Lapora merasa 'dikhianati' oleh sang pelatih karena beberapa hari sebelumnya, Xavi Hernandez berkata sebaliknya, ia punya kepercayaan terhadap skuad dan mampu bersaing memperebutkan semua gelar.

Namun, masih banyak lagi hal yang menjadi penyebab hengkangnya sang pelatih.

Tidak boleh dilupakan ketika Xavi Hernandez mengatakan pada Januari dia siap untuk pergi pada akhir musim ini.

Laporta mengatakan jika itu dinyatakan oleh pelatih lain dan bukan legenda seperti Xavi, dia akan memecatnya, saat itu juga.

Tapi keduanya sempat bertemu hingga Xavi Hernandez mengubah pernyataanya.

Namun semua terlanjur, Xavi kehilangan sebagian kepercayaan dari skuad karena berbagai alasan.


Masalah taktis

Ada juga keputusan taktis di balik pemecatan tersebut, karena manajemen tidak senang dengan beberapa keputusan yang menjadi penyebab tim kalah dalam pertandingan penting.

Permainan tidak lancar sepanjang musim dan tidak ada solusi yang ditemukan.

Lawan berhasil membongkar pertahanan di banyak pertandingan dan ini, misalnya, menjadi kunci tersingkirnya Barcelona melawan PSG.

Menangani krisis

Pihak klub pun menilai Xavi belum mampu mengatasi krisis tim musim ini.

Pernyataannya tidak membantu dan juga beberapa pertemuan yang dia adakan di luar Ciudad Deportiva dengan para pemain, hanya beberapa, dan orang lain.

Dan dalam beberapa hari terakhir mereka melihat bagaimana tindakan yang telah disepakati tidak dilakukan, baik itu persiapan fisik maupun fisioterapis.

Semua situasi dan tindakan ini telah mengarah pada keputusan presiden untuk mencopot Xavi meskipun faktanya dia baru mengonfirmasinya sebulan yang lalu.

Pernyataan itu adalah sebagian dari pemicu yang menumpuk dari waktu ke waktu.

Dan puncaknya tak meraih gelar menjadi argumen puncak memecat pelatih di Barcelona. (Tribunjogja.com/iwe)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved