Berita Bisnis Terkini
Libur Panjang Waisak, Okupansi Hotel di Sleman Tembus 90 Persen
Momen libur panjang hari raya Waisak tahun ini mendongkrak tingkat kunjungan sejumlah hotel berbintang di Sleman.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Momen libur panjang hari raya Waisak tahun ini mendongkrak tingkat kunjungan sejumlah hotel berbintang di Bumi Sembada.
Peningkatan pengunjung bahkan cukup signifikan.
Angkanya diperkirakan mencapai 90 persen.
Jumlah tersebut meningkat dibanding libur panjang sebelumnya.
"Berdasarkan data sampling yang kami kumpulkan, tingkat okupansi hotel di Sleman Yogyakarta, pada periode liburan panjang Waisak mencapai 90 persen, dengan rata-rata lama tamu menginap 3 malam," kata Ketua PHRI Sleman , Andhu Pakerti, dihubungi Kamis (23/5/2024).
Menurut dia, angka tersebut menunjukkan adanya peningkatan cukup siginifikan dibandingkan libur panjang sebelumnya, di bulan Mei, yang rata-rata hanya di angka 85 persen.
Peningkatan okupansi hotel di Kabupaten Sleman ini didorong oleh sejumlah faktor.
Di antaranya, terjadi peningkatan minat wisatawan untuk mengunjungi Kota Yogyakarta , terutama dari wisatawan domestik anak sekolah.
Selain itu, beberapa event besar di Candi Borobudur seperti #WaisakDiBorobudur Jawa Tengah juga turut mendongkrak tingkat kunjungan tamu di Yogyakarta.
Kemudian adanya pemberangkatan jemaah haji melalui bandara International YIA juga turut mengerek kunjungan.
"Kemudian di bulan Mei ini juga ada pekan Hari Jadi ke-108 Kabupaten Sleman ," kata dia.
Pemerintah Kabupaten Sleman , di hari jadi ke-108 ini memang menyelenggarakan beragam even.
Bahkan, untuk membranding destinasi wisata, di momen peringatan hari jadi tahun ini, Pemkab meluncurkan perangko seri penanda kota dengan visual Buk Renteng.
Selain itu juga menerbitkan buku Pesona Wisata Bumi Sembada.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman , Ishadi Zayid mengatakan peluncuran prangko Buk Renteng menjadi branding Sleman sisi barat, terkait dengan potensi pariwisata maupun pertanian.
Ia berharap, di Sleman barat ada bangunan Iconik yang nantinya banyak dikenal masyarakat luas sehingga merangsang wisatawan untuk datang.
Adapun kehadiran buku pesona wisata, diharapkan menjadi katalog berisi informasi potensi wisata yang ada di Kabupaten Sleman .
"Sehingga wisata di Sleman semakin dikenal dan kunjungan ke Sleman semakin meningkat," kata dia.( Tribunjogja.com )
Jelang Natal, Perajin Patung Rohani di Bantul Banjir Pesanan |
![]() |
---|
KAI Daop 6 Yogyakarta Siap Dukung Program Angkutan Motor Gratis Periode Natal 2024 |
![]() |
---|
Transaksi Pembayaran Jadi Katalisator Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan |
![]() |
---|
Sambut Libur Akhir Tahun, YIA Kulon Progo Akan Turunkan Tarif PJP2U dan PJ4U hingga 50 Persen |
![]() |
---|
Truk Mogok di Perlintasan Kereta Wilayah Purwokerto, Sejumlah KA Alami Kelambatan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.