TKW Klaten Kritis di Dubai Ingin Pulang
Seorang Pekerja Migran Asal Klaten Dikabarkan Sakit dan Kritis di Dubai, Ini Kata Sekda Klaten
PMI itu berasal dari Kampung Tegal Blateran, Kelurahan Kabupaten, Kecamatan Klaten Tengah, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dikabarkan dalam kondisi sakit dan kritis di Rumah Sakit Al Qassimi Hospital Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).
Kabar pilu tersebut viral di media sosial seusai diunggah oleh akun Instagram Kabar_Klaten, beberapa hari lalu.
Pada unggahan tersebut terlihat foto seorang wanita sedang terbaring di ranjang rumah sakit lengkap dengan peralatan medis.
Dalam keterangan foto tertulis : "TKW asal Klaten kritis di RS Al Qassimi Hospital Dubai. Keluarga perlu banyak biaya untuk memulangkan ke tanah air."
Baca juga: Banting Tulang jadi TKW, Ujungnya Malah Dicerai Suami, Siti Pilih Bongkar Rumah yang Dibangunnya
Adapun, pada caption postingan disebutkan bahwa PMI itu berasal dari Kampung Tegal Blateran, Kelurahan Kabupaten, Kecamatan Klaten Tengah, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Informasi terkait kondisi PMI yang malang itu rupanya telah sampai ke telinga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Klaten, Jajang Prihono, menyebut informasi itu sudah menjadi atensi Pemkab Klaten.
Pihaknya telah meminta Dinas terkait untuk terus berkoordinasi dengan provinsi maupun pusat terkait rekomendasi langkah selanjutnya.
"Kami selalu berusaha menghimpun informasi dari manapun. Termasuk soal salah satu pekerja migran asal Klaten yang sakit di Dubai. Kemarin sudah dilaporkan oleh Dinas Tenaga Kerja dan telah dirunut koordinasi dengan provinsi maupun pusat," ucap Jajang kepada Tribunjogja.com, Senin (13/5/2024).
Jajang menjelaskan, setelah dicek dan ricek ternyata keberangkatan yang bersangkutan ke Dubai bukan melalui jalur resmi.
Atau dengan kata lain termasuk tenaga kerja ilegal.
Oleh karena itu, pihaknya sedang berkoordinasi terkait tindakan apa yang bisa diambil Pemkab Klaten mengenai permasalahan itu.
"Jadi saya minta koordinasi terus terkait pemulangan dan pengobatan. Kami menunggu nanti rekomendasi tindak lanjutnya seperti apa. Apakah kita bisa membantu karena yang bersangkutan keberangkatannya bukan resmi. Harapannya kami tetap bisa membantu dan tidak menyalahi aturan," ujarnya.
Baca juga: Jadi Penyalur Tenaga Kerja Ilegal ke Malaysia, Seorang IRT Mantan TKW Asal Magelang Diringkus Polisi
Lebih lanjut, Jajang menyampaikan, koordinasi dengan keluarga yang bersangkutan juga telah dilakukan.
| Polres Bantul Tangkap 7 Tersangka Penganiayaan Ilham Dwi Saputra dan Peran Pengeroyokan |
|
|---|
| Identitas Korban Tewas dan Luka Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Bekasi |
|
|---|
| Jumlah Korban Tewas Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Bekasi Bertambah jadi 7 Orang |
|
|---|
| JOGJA HARI INI : Perintah Ketua Yayasan, Pengasuh Daycare Little Aresha Ikat Anak-anak Sejak Pagi |
|
|---|
| Dalam 6 Jam Terakhir, Gunung Merapi Luncurkan Lava Pijar Sebanyak 17 Kali ke Kali Krasak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Sekda-Klaten-Jajang-Prihono-1352024.jpg)