Berita Sleman Hari Ini

DLH Sleman Bakal Beri Sanksi Sosial Bagi Masyarakat Yang Buang Sampah Sembarangan

Sanksi tersebut diberikan untuk memberi efek jera, agar masyarakat tidak membuang sampah di pembuangan sampah liar.

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
https://asia.nikkei.com
Ilustrasi sampah plastik yang menumpuk. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM,SLEMAN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman bakal beri sanksi sosial bagi masyarakat yang membuang sampah sembarang.

Sanksi tersebut diberikan untuk memberi efek jera, agar masyarakat tidak membuang sampah di pembuangan sampah liar.

Kepala DLH Sleman , Epiphana Kristyani mengatakan pihaknya telah memasang kamera pengawas di sejumlah titik. Total ada tujuh kamera pengawas yang dipasang di lokasi pembuangan sampah liar. Ia pun sengaja merahasiakan lokasi pemasangan kamera pengawas.

“Kami pasang tujuh, ada di beberapa titik. Nanti kalau disampaikan malah berpindah lokasi pembuangannya, sulit kami pantau,” katanya, Jumat (10/05/2024).

Baca juga: Soal Sampah Dibuang ke Bekas Galian Tambang Gunungkidul, DLH Sleman: Kami Cek Dulu

Menurut dia, sanksi sosial lebih memberikan efek jera, meskipun ada sanksi lain yang tertuang dalam Perda Nomor 6 Tahun 2023.

Untuk sanksi sosial, pihaknya bakal berkoordinasi dengan kapanewon-kapanewon di Kabupaten Sleman

Nantinya, masyarakat yang tertangkap membuang sampah sembarangan, bakal diminta untuk menyapu di kapanewon tertentu selama sepekan.

“Kalau ketangkap, kami akan minta ambil lagi sampah yang dibuang. Akan koordinasi dengan kecamatan (kapanewon), mana yang jarang disapu. Kami minta nyapu di situ seminggu. Ini tentu akan memberikan efek jera, misal dilihat anaknya, ini tentu lebih memberikan efek jera dari pada tipiring (tindak pidana ringan,” ujarnya.

Saat ini, pihaknya tengah melakukan berbagai langkah untuk menyikapi desentralisasi sampah. Selain mengandalkan dua Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yaitu Tamanmartani dan Minggir, ia juga mendorong keterlibatan masyarakat.

“Masyarakat juga harus berubah, tidak bisa mengatasi masalah sampah hanya dengan diangkut dan diletakkan di suatu tempat. Harus ada pengelolaan yang baik,” imbuhnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved