Berita Bisnis Terkini
Perpaduan Konsep Tradisional-Internasional Jadi Tren Pernikahan di Jogja 2024
Perpaduan gaya tradisional dan internasional menjadi pilihan para calon pengantin di Yogyakarta sepanjang tahun 2024.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Perkembangan zaman yang sudah sedemikian rupa ternyata tidak melunturkan semangat warga masyarakat di Yogyakarta untuk merawat budayanya.
Fenomena tersebut, tercermin dari tren pernikahan di Yogyakarta sepanjang 2024, di mana perpaduan gaya tradisional dan internasional menjadi pilihan para calon pengantin.
Ketua Jogja International Wedding Association (JIWA), Jason Lin, menandaskan, perpaduan itu menjadi bukti bahwa masyarakat Yogya masih memegang nilai sakral pernikahan.
"Karena bagian sakralnya itu di akad, maka dia pakai konsep tradisional. Tapi, resepsinya internasional. Nah, di Yogya marak seperti itu," katanya, di sela agenda JIWA Wedding Bazaar 2024, di Ambarukmo Plaza, Yogyakarta, Jumat (3/5/24).
Oleh sebab itu, meski anggota JIWA cenderung intens bergerak di gaya internasional, permintaan dari para customer untuk memadukan dengan konsep budaya, tetap difasilitasinya.
Menurut Jason, permintaan semacam itu semakin marak akhir-akhir ini, lantaran calon penganten tidak ingin melewatkan momen sakral dengan balutan budaya Yogyakarta .
"Misalnya, pagi (akad) masih pakai sanggul dan sebagainya, terus malamnya berganti tema, lebih ke internasional, begitu," ucapnya.
"Sekarang trennya ke party, dulu sempat ke intimate (selama pandemi), tapi sekarang party hidup lagi. Gayanya memang cenderung minimalis, ya, tapi wow," imbuh Jason.
Lebih lanjut, ia memaparkan, JIWA Wedding Bazaar 2024 berlangsung selama 3-5 Mei 2024, dengan melibatkan 45 vendor pernikahan di Yogyakarta.
Para vendor yang ambil bagian tersebut, rata-rata memang berkonsentrasi pada penyelenggaraan wedding dengan konsep international.
"Di sini kami menyajikan eksibisi, konsultasi, presentasi, promosi dan transaksi para vendor dengan groom and bride to be selama event," jelasnya.
Melalui gelaran tersebut, JIWA berharap bisa mewadahi para pengusaha yang bergerak di sektor pernikahan, untuk mengambangkan jejaringnya.
"Pesertanya dari Yogyakarta. Ada dari luar kota, tapi untuk bergabung ke JIWA, dia harus lima tahun dulu punya kantor di Yogya," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )
| Jelang Natal, Perajin Patung Rohani di Bantul Banjir Pesanan |
|
|---|
| KAI Daop 6 Yogyakarta Siap Dukung Program Angkutan Motor Gratis Periode Natal 2024 |
|
|---|
| Transaksi Pembayaran Jadi Katalisator Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan |
|
|---|
| Sambut Libur Akhir Tahun, YIA Kulon Progo Akan Turunkan Tarif PJP2U dan PJ4U hingga 50 Persen |
|
|---|
| Truk Mogok di Perlintasan Kereta Wilayah Purwokerto, Sejumlah KA Alami Kelambatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Perpaduan-Konsep-Tradisional-Internasional-Jadi-Tren-Pernikahan-di-Jogja-2024.jpg)