Berita Otomotif Terkini

Kuda Besi Bergaya Chopper Ala Polisi Satwa yang Berpostur Tinggi

Keindahan sebuah custom motor dengan gaya chopper, menggambarkan kebebasan, kekuatan, dan kepribadian yang unik.

Tayang:
Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja.com/Santo Ari
Motor chopper dengan mesin Scorpio 225 

TRIBUNJOGJA.COM - Keindahan sebuah custom motor dengan gaya chopper, menggambarkan kebebasan, kekuatan, dan kepribadian yang unik.

Chopper , sebuah ikon dalam dunia motor kustom, mewakili lebih dari sekadar kendaraan.

Ia adalah manifestasi dari kreativitas, keberanian, dan semangat rebel.

Tak sedikit pula pengendara motor chopper memberikan sentuhan khas sesuai background masing-masing.

Tak terkecuali Cesar Kurniawan Krishartanto yang membuat motor chopper dari bahan Yamaha Scorpio 225 tahun 2005.

Pria yang akrab disapa Bacunk ini bekerja di kepolisian, khususnya di unit satwa turangga (kuda) Polda DIY.

Dalam kesehariannya ia menunggang dan merawat kuda.

Maka dari itu pemilihan kuda besi pun ia sesuaikan dengan karakternya.
 
“Chopper ini saya beri nama sembrani, yang di mitologi jawa itu adalah hewan kuda. Maka dari itu saya berikan gambar kuda bersayap di tangki. Dulu ada ciri khas tapal kuda di sisibar walaupun sudah dicopot,” ujarnya.

Bacunk sendiri merupakan penyuka motor, dimulai sejak tahun 2009 dengan vespa, dan sejak itu ia banyak mengulik motor custom, seperti  cafe racer, japstyle, british dan chopper.

“Dan saya memilih-memilih, kok yang masuk karakter saya di chopper. Kalau dilihat motornya simpel, dan kalau buat saya yang berbadan tinggi, bikin chopper kayaknya pas,” ucapnya.

Berbekal mesin, ia pasrahkan custom motornya di Christoph Cycle, bengkel modifikasi motor di Sewon Bantul.

Mulai dari pembuatan rangka, knalpot, spakbor belakang dan tangki semua full custom.

Mesin berkapasitas 225 CC dengan lima percepatan tersebut dipasangkan karburator PE28 untuk tenaga penggeraknya.

Untuk pengapian juga menggunakan CDI.

Di bagian suspensi depan menggunakan teleskopik dari megapro. '

Sementara untuk belakang, rigid sesuai dengan karakter chopper .

Namun demikian, agar semakin nyaman maka dibuatkan jok bergaya king n queen yang juga disesuaikan dengan postur tubuhnya.

Stang pun dibuat ape hanger ciri khas chopper.
 
Tromol belakang dicomot dari RX King, sementara depan dari motor Supra.

Masing-masing dipasangkan ban dengan ring 21-300 di bagian depan, sementara belakang ring 18-350.

Kemudian untuk urusan penerangan digunakan lampu aftermarket.

“Motor ini mekanisme pengoprasian gigi pakai hand shifter. Jadi kopling di kaki, masukin gigi pakai tangan,” katanya.

Pemilihan ini tentu saja agar beda dari yang lain. Meski ia harus melakukan penyesuaian agar terbiasa dan lebih lancar.

Dan setelah terbiasa, mengendarai motor ini akan terasa nyaman.

Terbukti ia tak alami kendala ketika riding ke berbagai daerah seperti ke Lembang, Pacitan dan Madiun.

“Motor ini nyaman karena memang dibuat sesuai postur tubuh. Panjang rangka harus sesuai postur badan, kalau pendek ya rangkanya pendek, kalau badan tinggi ya dibikin rangka panjang,” tuturnya.

Untuk kenyamanan duduk, jok disesuaikan lebar pantat.

Stang juga disesuaikan dengan panjang tangannya.

“Apapun gayanya, yang harus diperhatikan adalah kenyamanan. Karena pada dasarnya ini untuk dikendarai, unsur kenyamanan lebih penting dari pada gaya-gayaan,” tandasnya.( Tribunjogja.com

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved