WAWANCARA EKSKLUSIF

Bincang Bareng Pak SBY : Tiga Hal Tentang LavAni

Tribun Jogja berkesempatan mewawancarai secara khusus pendiri LavAni yang juga Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhono atau SBY.

|
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Gaya Lufityanti
Tangkapan layar
Tribun Jogja saat mewawancarai Susilo Bambang Yudhoyono 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - LavAni memilih Yogyakarta sebagai venue untuk tuan rumah Proliga 2024 putaran pertama.

Proliga 2024 digelar di GOR Among Rogo, 25-28 April 2024 yang menampilkan tim-tim papan atas bola voli Indonesia.

Editor Senior Tribun Jogja, Setya Krisna Sumarga berkesempatan mewawancarai secara khusus pendiri LavAni yang juga Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhono atau yang akrab disapa SBY.

Berikut petikan wawancaranya:

Di momen 20 April 2024, Pak SBY, Mas AHY dan keluarga datang ke Indonesia Arena menyaksikan eksebisi voleyball Red Spark dengan Indonesia Allstar. Bapak terlihat begitu happy. Apakah ini mengindikasikan Bapak akan membentuk Tim Putri LavAni?

Pertama banyak yang menanyakan kepada saya, kepada LavAni, Pak apakah nanti ada tim putri LavAni. Ada juga yang mendaftar, Pak kalau nanti ada tim putri, saya ingin bergabung begitu.

Insya Allah, pada saatnya kami akan juga mendirikan tim putri LavAni, setelah tentu LavAni putra ini mapan, stabil dan saya pikir sudah saatnya pula kita mengembangkan lagi ke tim putri LavAni, sebab LavAni ini kan pendatang baru dalam dunia bola voli di Indonesia.

Oleh karena itu Insya Allah kalau satu dua tahun ini sudah matang dan mapan betul, kami betul-betul ingin merealisasikan mimpi-mimpi kami, my dreams juga untuk pada saatnya nanti punya tim bola voli LavAni putri.

Nah yang kedua kemarin bagus, I am also happy melihat pagelaran, apa namanya, sportainment, sebetulnya olahraganya ada tentu prestasinya ada.

Tim kita melawan Tim Putri Korea Selatan tetapi juga entertaining menghibur.

Saya kira bagus bagus sebab saya sering berkata, masyarakat Indonesia akan bagus kalau olahraganya berkembang, karena kalau mencintai olahraga, senang berolahraga, bangsa kita akan menjadi bangsa yang sportif, bangsa yang sehat, tentunya punya prestasi.

Nah yang kedua seni art seperti musik apapunlah itu juga bagus karena akhirnya mencintai keindahan, mencintai kasih sayang, rukun satu sama yang lain.

Nah yang kita lihat kemarin di Indonesia Arena sebetulnya boleh dikatakan paduan antara pagelaran olahraga dan pagelaran seni atau hiburan, kira-kira begitu pandangan saya.

Apakah pada kesempatan itu Pak SBY juga sekaligus melihat potensi-potensi para pemain putri yang akan direkrut untuk LavAni?

Kami melihat tentunya bukan hanya klub-klub yang sudah ada, tetapi mungkin LavAni lebih menyukai merekrut, mengajak mereka yang masih dalam perkembangan awal dari daerah.

Karena LavAni organisasi pembinaan, beda dengan sebagian yang ikut Proliga ini, hanya menggunakan atau tinggal menggunakan, sementara kami membina, membina betul dari bawah dari SMP SMA dan Alhamdulillah pada saatnya kami gunakan juga.

Kita flashback sedikit, Pak SBY mendirikan LavAni. Kenapa Pak SBY memilih voli, bukan sepak bola atau yang lain?

Ada riwayatnya, ada ceritanya. Saya sering mengatakan kalau bicara LavAni itu bicara tiga hal.

Satu tentang cinta.

Waktu itu saya sangat bersedih karena belahan jiwa saya Ibu Ani berpulang ke Rahmatullah.

Oleh karena itulah untuk mengekspresikan cinta dan kasih sayang saya kepada almarhumah, saya bentuklah klub bola voli yang saya beri nama LavAni, love Ani, cinta Ani, itu pertama tentang cinta.

Nah yang kedua tentang visi bagaimanapun LavAni ingin menjadi bagian untuk lebih mengembangkan olahraga bola voli di negeri kita.

Kami punya visi besar, punya mimpi-mimpi besar LavAni berkontribusi agar klub Indonesia, tim Indonesia berjaya, bukan hanya berlaga, bukan hanya di Asia Tenggara seperti sekarang ini.

Alhamdulillah, tapi juga nanti di Asia dan Insya Allah, pada saatnya, mengapa tidak kalau kita bisa berpartisipasi pada ekompetisi tingkat dunia. Jadi kita bicara tentang visi.

Nah yang ketiga setelah bicara tentang cinta, tentang visi, bagaimanapun saya senang kalau LavAni terus berprestasi karena tentu menjadi kebahagiaan tersendiri mendirikan klub bola voli, melatih mendidik anak-anak muda kita kalau kita juga bisa meraih prestasi-prestasi apapun baik di negeri sendiri maupun di luar negeri.

Jadi itulah kalau saya bicara sejarah singkat mengapa saya mendirikan LavAni, saya sendiri pemain voli dulunya di SMA di Pacitan, di Akademi Militer bahkan karena suka sekali voli.

Waktu menjadi Presiden pun masih bermain voli.

Nah tentu itu yang saya senangi, passion saya di situ, bukan berarti tidak menyukai sepak bola, bulu tangkis semua juga saya senang dan tentu harus maju semuanya. (xna/rbt)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved