SRCH ala Rider Perempuan Hilda Klaudya, Perpaduan antara SR400 dengan Gaya HD XLCH

Seiring berjalannya waktu, stereotip bahwa motor adalah domain khusus kaum pria mulai terkikis oleh semangat dan keberanian para wanita yang berani

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
Dok Pri
Motor Yamaha SR400 bergaya HD XLCH milik Hilda Klaudya 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Seiring berjalannya waktu, stereotip bahwa motor adalah domain khusus kaum pria mulai terkikis oleh semangat dan keberanian para wanita yang berani menggeber kendaraan beroda dua ini.

Berkendara motor bagi sebagian wanita bukan hanya sekedar sebuah hobi atau alat transportasi, tetapi juga simbol kebebasan dan pemberdayaan diri.

Mereka menemukan kepuasan dan kepercayaan diri saat memacu motor di jalan raya.

Tak dapat dipungkiri bahwa kehadiran wanita dalam dunia motor dan riding telah memberikan warna baru yang segar dan inspiratif.

Baca juga: RUU Perampasan Aset dan Skandal BLBI Jadi PR Besar Prabowo-Gibran untuk Diselesaikan

Tak hanya berkendara saja dengan motor yang sudah jadi, namun banyak perempuan yang mau direpotkan membangun dan memodifikasi motor dari nol.

Seperti Hilda Klaudya (23) perempuan asal Jakarta yang saat ini tengah menempuh studi di ISI Yogakarta, ia membangun Yamaha SR400 tahun 78 bergaya Harley Davidson XLCH.
 
“Tidak ada perbedaan gender, semua orang berhak untuk berekspresi, termasuk dalam hal modifikasi dan mengendarai motor. Aku pilih SR400 karena jarang di Indonesia. Aku nggak suka punya sesuatu yang banyak kembarannya, kesannya repetisi dan tidak menarik,” tuturnya.

Sebelum lebih lanjut memaparkan gaya modifikasinya, Hilda menceritakan bahwa ketertarikannya di dunia motor,  secara tidak langsung karena pengaruh dari ayahnya.

“Dari kecil sering ikut papa ku naik motor, nonton balap liar. Akhirnya gede suka motor. Dan dari kecil suka main mobil-mobilan, mungkin karena bapak pengen anak laki-laki, tapi malah punya dua anak perempuan,” candanya.

Hilda sendiri juga tertarik dengan motor Harley Davidson terutama XLCH. Setelah mendapatkan motor pertamanya Kawasaki W175, perlahan ia ingin upgrade dengan motor yang ber-CC lebih besar.

“Motor impian ku HD XLCH, tapi terlalu berat untuk beli, apalagi di sini juga langka. Akhirnya dari yang semula punya motor 175CC, aku naikan dan dapat SR400 yang kemudian dibangun mirip XLCH. Dan mungkin tak banyak orang yang membangun motor yang mirip XLCH yang cikal bakal dari sportster,” tuturnya.  

Mesin 1 silinder SR400 berhasil diboyong pada Januari 2023 silam. Ia mengaku sempat terkendala kesusahan mencari mesin tersebut, lantaran importir sering kehabisan stok dari luar.  

Secara bertahap ia pun mulai membangun mesin tersebut hingga menyerupai XLCH. Ia membuat gambar awal, dan kemudian direalisasikan pengerjaannya di salah satu bengkel lokal di Madukismo. Mulai dari membuat rangka, mencari spare part lain, merakit dan sebagainya.

“Karena motorku ini menyerupai XLCH, banyak orang-orang menyebut motor ku ini SRCH,” selorohnya.

Adapun salah satu ciri XLCH adalah gearbox yang bergabung dengan mesin, shock depan teleskopik yang olehnya diambil dari Bajaj Pulsar agar sesuai komposisi namun tetap gahar. Urusan suspensi belakang dari Kaisar Ruby yang memiliki kekuatan untuk menopang bobot motor. Tromol depan dari SR400 ia kombinasikan dengan tromol Suzuki GT380 di bagian belakang.

Tangki dibuat custom mengikuti bentuk XLCH, termasuk spakbor, jok, dan topi lampu ciri khas sportster XLCH.  Bagian stang tak luput dibuat custom, sepintas mirip ape hanger yang gagah namun tetap disesuaikan postur tubuhnya. Di bagian ban, ia pasang ban Swallow ring 19 di bagian depan, dan ring 18 di belakang.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved