FC Barcelona

LIGA SPANYOL: Mampukah Barca Bangkit dari Gejolak Krisis Keuangan

Kekalahan Barcelona baru-baru ini melawan Real Madrid di El Clásico edisi ke-256 tidak hanya menggarisbawahi perjuangan  Barca

Tayang:
Penulis: Iwan Al Khasni | Editor: Iwan Al Khasni
Pau BARRENA / AFP
Logo Klub FC Barcelona di Stadion Camp Nou di Barcelona, 5 Agustus 2021 

Tribunjogja.com - Kekalahan Barcelona baru-baru ini melawan Real Madrid di El Clásico edisi ke-256 tidak hanya menggarisbawahi perjuangan  Barca di lapangan tetapi juga krisis keuangan yang semakin mendalam yang mencengkeram klub.

Kekalahan 3-2, yang diselingi oleh gol Jude Bellingham di masa tambahan waktu, menyoroti tantangan yang dihadapi Barcelona, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Sementara persaingan antara Barcelona dan Real Madrid di lapangan masih berlangsung sengit, namun di luar lapangan, hal yang sangat kontras muncul.

Kekuatan finansial Real Madrid, yang dibuktikan dengan proyeksi perekrutan talenta papan atas seperti Kylian Mbappé, sangat kontras dengan situasi finansial Barcelona yang buruk.

Hutang Barcelona yang semakin besar, ditambah dengan peraturan keuangan LaLiga yang ketat, telah sangat membatasi kemampuan klub untuk beroperasi di bursa transfer.

Dengan batasan belanja klub yang berkurang drastis dan pengeluaran melebihi pendapatan, Barcelona mendapati dirinya berada dalam posisi genting.

Upaya Presiden Joan Laporta untuk mengarahkan klub melewati masa-masa sulit ini termasuk langkah-langkah seperti penjualan aset dan mendapatkan pinjaman.

Namun solusi jangka pendek tersebut belum mampu meringankan beban keuangan klub secara signifikan.

Kewajiban klub, termasuk utang pembangunan kembali stadion dan kewajiban finansial lainnya, berjumlah miliaran euro.

Meskipun mencapai perempat final Liga Champions, kesulitan keuangan Barcelona terus berlanjut, dan pengawasan UEFA menambah tantangan bagi klub.

Prospek kehilangan sumber pendapatan yang menguntungkan, seperti Piala Dunia Antarklub, semakin menambah kesulitan keuangan Barcelona.

Dalam menghadapi tantangan yang semakin besar ini, keputusan sulit menanti Barcelona.

Kemungkinan transfer pemain dan penjualan aset tambahan tampak besar, dengan klub menjajaki cara untuk meningkatkan modal.

Namun, keengganan untuk berpisah dengan anggota skuad utama menggarisbawahi kompleksitas situasi yang ada.

Salah satu cara potensial untuk menghasilkan pendapatan adalah dengan melakukan negosiasi ulang kesepakatan sponsorship, termasuk perjanjian pemasok perlengkapan klub dengan Nike.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved