FC Barcelona
LIGA SPANYOL: Mampukah Barca Bangkit dari Gejolak Krisis Keuangan
Kekalahan Barcelona baru-baru ini melawan Real Madrid di El Clásico edisi ke-256 tidak hanya menggarisbawahi perjuangan Barca
Penulis: Iwan Al Khasni | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com - Kekalahan Barcelona baru-baru ini melawan Real Madrid di El Clásico edisi ke-256 tidak hanya menggarisbawahi perjuangan Barca di lapangan tetapi juga krisis keuangan yang semakin mendalam yang mencengkeram klub.
Kekalahan 3-2, yang diselingi oleh gol Jude Bellingham di masa tambahan waktu, menyoroti tantangan yang dihadapi Barcelona, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Sementara persaingan antara Barcelona dan Real Madrid di lapangan masih berlangsung sengit, namun di luar lapangan, hal yang sangat kontras muncul.
Kekuatan finansial Real Madrid, yang dibuktikan dengan proyeksi perekrutan talenta papan atas seperti Kylian Mbappé, sangat kontras dengan situasi finansial Barcelona yang buruk.
Hutang Barcelona yang semakin besar, ditambah dengan peraturan keuangan LaLiga yang ketat, telah sangat membatasi kemampuan klub untuk beroperasi di bursa transfer.
Dengan batasan belanja klub yang berkurang drastis dan pengeluaran melebihi pendapatan, Barcelona mendapati dirinya berada dalam posisi genting.
Upaya Presiden Joan Laporta untuk mengarahkan klub melewati masa-masa sulit ini termasuk langkah-langkah seperti penjualan aset dan mendapatkan pinjaman.
Namun solusi jangka pendek tersebut belum mampu meringankan beban keuangan klub secara signifikan.
Kewajiban klub, termasuk utang pembangunan kembali stadion dan kewajiban finansial lainnya, berjumlah miliaran euro.
Meskipun mencapai perempat final Liga Champions, kesulitan keuangan Barcelona terus berlanjut, dan pengawasan UEFA menambah tantangan bagi klub.
Prospek kehilangan sumber pendapatan yang menguntungkan, seperti Piala Dunia Antarklub, semakin menambah kesulitan keuangan Barcelona.
Dalam menghadapi tantangan yang semakin besar ini, keputusan sulit menanti Barcelona.
Kemungkinan transfer pemain dan penjualan aset tambahan tampak besar, dengan klub menjajaki cara untuk meningkatkan modal.
Namun, keengganan untuk berpisah dengan anggota skuad utama menggarisbawahi kompleksitas situasi yang ada.
Salah satu cara potensial untuk menghasilkan pendapatan adalah dengan melakukan negosiasi ulang kesepakatan sponsorship, termasuk perjanjian pemasok perlengkapan klub dengan Nike.
| Raphinha Seniman Gol FC Barcelona di Final Supercopa: Man of the Match |
|
|---|
| Marcus Rashford Ingin Jadikan Barca Rumah Baru, MU Tunggu Keputusan |
|
|---|
| FC Barcelona Bidik Nathan Ake dan Axel Disasi di Bursa Transfer 2026 |
|
|---|
| Peluang Barca Dekati Dusan Vlahovic yang Kontraknya Mirip Lewandowski |
|
|---|
| Tiga Nama Besar Kandidat Pengganti Robert Lewandowski Musim 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Mampukah-Barca-Bangkit-dari-Gejolak-Krisis-Keuangan.jpg)