Upacara Peringatan Hari Kartini di Alun-alun Klaten, Ini Harapan Bupati Sri Mulyani
Gelaran upacara tersebut dipimpin oleh Bupati Klaten, Sri Mulyani, dan dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Klaten.
Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten menggelar upacara peringatan Hari Kartini di Alun-alun Klaten pada Senin (22/4/2024).
Gelaran upacara tersebut dipimpin oleh Bupati Klaten, Sri Mulyani, dan dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Klaten.
Pantauan Tribunjogja.com, upacara peringatan Hari Kartini Ke-145 tingkat Kabupaten Klaten dimulai sekitar pukul 08.30 WIB.
Sebanyak 1.500 peserta upacara yang meliputi ibu-ibu PKK, perwakilan OPD, BUMD dan anak-anak sekolah SMP hingga SMA tampak seragam menggenakan pakaian adat Jawa atau kebaya.
Begitu juga dengan Bupati Sri Mulyani yang tampak anggun mengenakan pakaian kebaya lurik warna merah.
Dalam kesempatan itu, Bupati Sri Mulyani mengatakan bahwa besarnya potensi yang dimiliki kaum perempuan harus dioptimalkan bagi kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat.
Mengingat, perempuan adalah tokoh sentral yang memiliki kemampuan serta kapasitas luar biasa dalam membentuk karakter bangsa lewat generasi muda (anak).
"Kemampuan itu pula yang mendasari Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan hak perempuan, sehingga mampu memberikan perubahan tatanan kehidupan masyarakat, terutama terkait posisi kaum wanita," ujar Sri Mulyani, Senin (22/4/2024).
Bupati Sri Mulyani menuturkan, saat ini banyak perempuan-perempuan Indonesia yang telah turut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pembangunan sosial dan ekonomi modern.
Sehingga, sangat beralasan apabila potensi kaum perempuan harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Karena tidak hanya mampu menciptakan lapangan kerja baru, tapi juga bisa menyediakan barang dan jasa dengan harga lebih murah, terjangkau, dan mengurangi kemiskinan," katanya.
Kendati demikian, masih banyak ditemukan perempuan yang berada dalam posisi tidak berdaya.
Posisi ketidakberdayaan itu bisa disebabkan sejumlah faktor mulai dari anggapan sebelah mata hingga tingkatan stratifikasi sosial.
Maka dari itu, pihaknya menilai perlu langkah strategi untuk merubah paradigma pembangunan bersumber dari manusia yang lebih mengedepankan kesetaraan gender.
| Waterboom Jogja Ajak Perempuan Healing: Morning Yoga hingga Keliling Wahana di Hari Kartini |
|
|---|
| Bupati Hamenang Evaluasi 10 Program Prioritas: Ada yang Dipercepat, Ada yang Dikurangi |
|
|---|
| Bupati Hamenang dan Gubernur Luthfi Pantau Langsung Vaksin ORI di Klaten |
|
|---|
| Dikeluhkan Warga, PKL di Klaten Ditertibkan Langsung oleh Bupati Hamenang |
|
|---|
| Ribuan Tamu dalam Dua Sesi, Pejabat hingga Kepala Desa Hadiri Halalbihalal Pemkab Klaten 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Bupati-Klaten-Sri-Mulyani-Senin-2242024.jpg)