Ramadan 2024

Mutiara Ramadan: Amaliah Kemuliaan

Dalam kitabnya Maqashidus Shaum, menyebutkan bahwa salah satu faedah berpuasa adalah mengangkat derajat seseorang.

Editor: ribut raharjo
Istimewa
Dr. Suyanto, S.Ag, MSI, Guru MAN 1 Yogyakarta 

Oleh: Dr. Suyanto, S.Ag, MSI, Guru MAN 1 Yogyakarta

TRIBUNJOGJA.COM - Syekh Izzudin bin Abdussalam (w. 660 H), yang digelari dengan Sulthanul Ulama, dalam kitabnya Maqashidus Shaum, menyebutkan bahwa salah satu faedah berpuasa adalah mengangkat derajat seseorang (min fawaidis syaumi raf’ud darajat).

Ada beberapa riwayat (hadis) yang dijadikan argumentasi Syekh Izzudin untuk menopang teorinya ini.

Pertama, dibukanya lebar-lebar pintu surga, ditutup rapat pintu neraka, dan setan dibelenggu.

Hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah: Dari Abu Hurairah Rasul saw bersabda: jika datang bulan Ramadhan, pintu-pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu (HR. Muslim).

Surga adalah semulia-mulia tempat. Sebaliknya, neraka adalah sehina-hina tempat, sedangkan setan selalu akan mengajak manusia ke arah kehinaan.

Kedua, pahala puasa tidak terhingga, berdasarkan hadis Qudsi: Allah berfirman: Semua amal manusia pahalanya dilipatgandakan sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat, kecuali Puasa, karena sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan memperhitungkan pahalanya. (HR. Muslim).

Menurut Syekh Izzudin, pahala puasa yang diperhitungkan khusus oleh Allah, menunjukkan kemuliaannya.

Ketiga, disediakan pintu surga khusus yang bernama Ar Rayyan. Sabda Nabi: Dari Sahl bin Sa’ad, dari Nabi saw bersabda: “Sesungguhnya di surga ada pintu yang disebut dengan “al-Rayyan”, orang-orang yang berpuasa akan memasuki pintu itu secara khusus pada hari kiamat. Tidak ada yang masuk pintu itu kecuali mereka. Saat itu dipanggil: “di manakah orang-orang yang berpuasa?” Maka mereka berdiri dan tidak ada yang memasukinya kecuali yang berpuasa, jika mereka sudah masuk semua, pintu itu ditutup dan tidak ada yang masuk lagi selain mereka” (Muttafaqun Alaih). Ar Rayan dibayangkan sebagai pintu VIP bagi orang yang berpuasa, yang menunjukkan kemuliannya.

Keempat, mendapatkan doa khusus dari Malaikat. Nabi bersabda: Sesungguhnya orang yang berpuasa akan didoakan oleh Malaikat sampai ia selesai puasanya (HR. Tirmidzi). Doa Malaikat hanya diberikan kepada orang yang mulia.

Puasa seperti apakah yang memuliakan pelakunya itu? Berdasarkan hadis dan petunjuk rasul, kualitas puasa sangat ditentukan oleh amaliah penyertanya. Nabi menyatakan bahwa banyak orang yang berpuasa tetapi tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga, karena kosongnya amaliah penyerta.

Amaliah kemuliaan sebagai penyerta puasa misalnya: Qiyamul Lail, sedekah, dan secara akfif memaafkan orang lain. Kemuliaan derajat Qiyamul Lail, Allah menyatakan:

Pada sebagian malam lakukanlah salat tahajud sebagai (suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji. (QS. Al Isra [17]: 79).

Sedekah sebagai amaliah orang mulia, sabda rasul: tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Tangan di atas menunjukkan kemuliaanya dan hanya orang mulia yang mampu melakukannya.

Aktif memaafkan sebagai amaliah mulia (al-‘Afiina ‘An al-Nas). Nabi mengatakan: Allah tidak akan menambah orang yang memaafkan kecuali kemuliaan (ma zada Allahu ‘afwan bi afwin illa izzan).

Puasa dan amal-amal mulai pengiringnya yang Insyaallah akan mengangkat kemuliaan derajat manusia. Wallahu A’lam. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved